Beranda Peristiwa Ledakan Pasar Cimanggis Tewaskan Dua Orang, Tabung Etilen Jadi Temuan Polisi

Ledakan Pasar Cimanggis Tewaskan Dua Orang, Tabung Etilen Jadi Temuan Polisi

Dampak kerusakan akibat ledakan. (Rizki/Bantennews.co.id)

TANGSEL – Ledakan keras mengguncang kompleks pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (14/10/2026) malam. Dentuman tersebut merusak sejumlah ruko, melukai belasan orang, dan menewaskan dua korban. Hingga Kamis (15/10/2026) dini hari, polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang membuat material bangunan berserakan di sekitar lokasi.

Data sementara yang disampaikan kepolisian mencatat 13 orang menjadi korban. Sebanyak dua orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan delapan lainnya mengalami luka ringan. Para korban selamat telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Boy Jumalolo mengatakan petugas masih melakukan pendataan dan penyisiran di lokasi kejadian. Polisi juga berupaya memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di antara puing-puing bangunan.

“Data sementara 13 korban. Saat ini kami masih melakukan penyisiran dan pendataan,” kata Boy di lokasi kejadian.

Sebanyak 13 korban tersebut dievakuasi ke tiga rumah sakit. Berdasarkan data kepolisian, empat korban dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, lima orang ke RSUD Tangerang Selatan, dan empat lainnya ke Rumah Sakit Fatmawati. Masing-masing satu korban meninggal dunia tercatat di RSUD Tangerang Selatan dan RS Fatmawati.

Ledakan Merusak Deretan Ruko

Pantauan Bantennews.co.id sekitar pukul 23.39 WIB menunjukkan puing-puing bangunan berserakan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah bagian bangunan jebol, sementara material konstruksi dilaporkan menimpa warga yang berada di sekitar ruko.

Lampu di area kejadian padam. Warga yang ingin mengetahui kondisi di lokasi hanya dapat menyaksikan proses penanganan dari balik garis polisi. Petugas gabungan terus mengamankan kawasan dan melakukan pemeriksaan awal terhadap bangunan yang terdampak.

Baca Juga :  Ruko Tambal Ban di Kragilan Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Susatyo Purnomo Condro mengatakan ledakan merusak sekitar empat blok ruko bertingkat dua. Kerusakan paling parah terlihat pada bagian bangunan yang digunakan untuk menyimpan buah.

Menurut Susatyo, petugas memprioritaskan evakuasi dan pertolongan terhadap korban sebelum melanjutkan pemeriksaan secara menyeluruh. Kondisi lokasi yang belum memungkinkan membuat polisi menunda olah TKP lanjutan hingga Kamis pagi.

“Kami tutup area dan akan kami lanjutkan nanti pagi,” ujar Susatyo di lokasi kejadian, Kamis dini hari.

Polisi Pastikan Bukan Bom

Di tengah penyelidikan, Bareskrim Polri memastikan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian karena masih membutuhkan pemeriksaan forensik dan keterangan saksi.

“Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo.

Tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri, dan Polres Tangerang Selatan menangani penyelidikan tersebut. Polisi juga melibatkan tim penjinak bom untuk mendukung pemeriksaan awal di lokasi.

Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui sumber ledakan, mekanisme terjadinya ledakan, serta kemungkinan keterkaitan antara material yang ditemukan di lokasi dan peristiwa tersebut.

Polisi berencana memeriksa sekitar lima saksi di Polres Tangerang Selatan. Keterangan mereka diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kronologi sebelum ledakan terjadi, termasuk aktivitas di dalam ruko dan kondisi bangunan saat kejadian.

Tabung Etilen Jadi Temuan Penting

Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah tabung etilen berkapasitas 52 kilogram di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Di sekitar lokasi tersebut, petugas juga menemukan tumpukan pisang mentah.

Susatyo menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, bangunan itu digunakan sebagai gudang penyimpanan buah. Sebelum ledakan terjadi, terdapat aktivitas pengepakan buah untuk didistribusikan ke sejumlah pasar.

Baca Juga :  Kepala DLHK Banten yang Meninggal Akibat Covid-19 Punya Penyakit Penyerta Diabetes

“Ditemukan di situ ada tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan untuk mematangkan buah,” kata Susatyo.

Etilen merupakan gas yang digunakan untuk membantu proses pematangan buah. Namun, keberadaan tabung tersebut belum membuktikan bahwa gas etilen menjadi penyebab ledakan di Pasar Cimanggis.

Polisi masih harus memeriksa kondisi tabung, instalasi yang digunakan, material di sekitar titik ledakan, serta bukti lain yang ditemukan di TKP. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kejadian.

Kepolisian juga belum menyampaikan kesimpulan mengenai kemungkinan kebocoran gas, gangguan pada peralatan, atau faktor teknis lainnya. Semua kemungkinan tersebut masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil penyelidikan.

Bukan Dapur Program MBG

Sebelumnya, ledakan di kawasan Pasar Cimanggis sempat memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan keterkaitan lokasi dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolsek Ciputat Timur Komisaris Bambang Askar Sodiq menegaskan bangunan yang terdampak bukan dapur MBG. Berdasarkan keterangan awal saksi, lokasi tersebut merupakan ruko yang digunakan untuk kegiatan penyimpanan dan pengepakan buah.

“Itu bukan dapur MBG. Ini ruko. Kalau dari keterangan saksi, ini bukan dapur MBG. Nanti kami perbarui lagi karena masih dalam pendataan,” kata Bambang.

Penjelasan tersebut memperjelas fungsi bangunan berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian. Meski demikian, penyidik tetap perlu menguji seluruh keterangan dan bukti untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Penyelidikan Berlanjut, Lokasi Masih Dijaga

Hingga Kamis dini hari, petugas gabungan masih mengamankan lokasi ledakan. Unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, pemadam kebakaran Kota Tangerang Selatan, dan relawan turut membantu penanganan di lapangan.

Selain menyisir bangunan untuk memastikan tidak ada korban lain, petugas mendata kerusakan ruko dan mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut.

Baca Juga :  Polda Banten Proses Laporan Jurnalis Korban Kekerasan Saat Demo HUT Kabupaten Serang

Polisi juga akan melanjutkan pemeriksaan forensik setelah kondisi lokasi memungkinkan. Hasil pemeriksaan itu diharapkan dapat menjelaskan titik awal ledakan dan faktor yang memicunya.

Peristiwa di Pasar Cimanggis menyisakan dua korban meninggal dunia, belasan orang terluka, serta kerusakan pada deretan ruko. Namun, di balik dampak tersebut, penyebab ledakan masih menjadi pertanyaan yang harus dijawab melalui penyelidikan berbasis bukti.

Temuan tabung etilen menjadi salah satu petunjuk awal, bukan kesimpulan akhir. Kepastian mengenai penyebab ledakan baru dapat diperoleh setelah polisi menyelesaikan pemeriksaan TKP, menguji barang bukti, dan mencocokkan hasilnya dengan keterangan para saksi.

Penulis: Ahmad Rizki

Editor: Wahyudin