Beranda Peristiwa Laz Harfa Cilegon Terima Bantuan dari Komunitas Fotografi

Laz Harfa Cilegon Terima Bantuan dari Komunitas Fotografi

216
0
Mukarromi Maksum, Kepala Perwakilan LAZ Harfa Kota Cilegon ( empat dari kiri ) menerima bantuan untuk korban gempa dan tsunami Sulteng dari perwakilan Paguyuban Fotografer , Model dan MUA Se-Banten. (Foto : istimewa)

CILEGON – Bantuan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi yang terjadi beberapa waktu lalu terus mengalir dari berbagai penjuru negeri. Begitu juga dari Bumi Jawara Banten yang kali ini bantuan berasal dari para komunitas anak muda seperti yang digalang oleh LAZ Harfa Perwakilan Kota Cilegon.

“Sekitar dua minggu lebih kami bersama para komunitas anak muda yang ada di Kota Cilegon menggelar bakti sosial berupa penggalangan dana di beberapa titik yaitu di Supermall Cilegon Masjid Agung Nurul Ikhlas, dan Alun-alun Cilegon,” ujar Mukaromi, Kepala Perwakilan Laz Harfa Cilegon di kantor LAZ Harfa Kota Cilegon di sela menerima bantuan, Selasa (23/10/2018) sore.

Kata Romi, LAZ Harfa Cilegon kedatangan anggota Paguyuban Fotografer, model, dan make up artis Banten dengan membawa bantuan sebanyak satu mobil pick-up dan uang tunai.

“LAZ Harfa menyambut baik dan mengapresiasi teman-teman komunitas. Ini bisa menjadi teladan bagi komunitas lain yang belum bergerak menggalang donasi, untuk bersama-sama membantu korban di Sulawesi Tengah,” ujar Romi.

Saat di Supermall Cilegon, kata Romi, pihaknya berhasil menggalang dana sebanyak Rp26 juta dalam sehari dan puluhan paket baju layak pakai, selimut dan sembako.

Sementara itu, Ari Bahari salah satu anggota Komunitas Paguyuban Fotografer, Model, dan make up artis Banten mengaku awalnya bingung untuk menyalurkan bantuan yang terkumpul oleh komunitasnya.

“Awalnya bingung, tapi setelah acara LAZ Harfa di Supermall kemarin kami putuskan kembali menggandeng LAZ Harfa. Bantuan ini merupakan hasil dari 2 season yang dilakukan di Masjid Agung Nurul Ikhlas dan Alun-alun Cilegon. Alhamdulillah berhasil terkumpul sebanyak Rp4.800.000, mudah – mudahan bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak gempa dan tsunami,” terang Ari.

Ari bercerita, selama penggalangan, para member komunitasnya rela berpanas-panasan di tengah jalan raya untuk mencari dana. “Bahkan beberapa model yang jarang kepanasan, mereka rela panas-panasan. Ini menunjukkan mereka serius untuk bisa membantu korban di Sulawesi,” ujar Ari. (ink/red)