Beranda Bisnis Lama Mati, Jalur Kereta Rangkasbitung-Pandeglang Bakal Dihidupkan Lagi

Lama Mati, Jalur Kereta Rangkasbitung-Pandeglang Bakal Dihidupkan Lagi

692
0
Ilustrasi - foto istimewa kompas.com

SERANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan kembali membuka jalur kereta api (KA) rute Rangkasbitung-Pandeglang. Reaktivasi jalur mati ini akan dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan rampung akhir 2020.

“Pandeglang kita harapkan tambah 18,7 kilometer (km),” kata Budi dalam perjalanan menuju Rangkasbitung dari Stasiun Tiga Raksa, Tangerang, Sabtu (18/1/2020).

Rencananya, reaktivasi jalur Pandeglang ini akan diteruskan hingga Stasiun Labuan, Kabupaten Pandeglang. Reaktivasi tahap II ini akan dilakukan untuk jalur rel sepanjang 37,9 km.

“Proyek kita yang lain adalah reaktivasi dari Rangkasbitung ke selatan, namanya Labuan. Tapi tahap awal kita buat sampai Pandeglang dulu, dan ini Insyaallah akhir tahun ini selesai,” papar Budi dikutip dari detik.com.

Budi memaparkan, reaktivasi jalur KA masih dalam tahap penertiban lahan. Pasalnya, jalur yang sudah mati bertahun lamanya ini dijadikan pemukiman liar. Padahal, lahan tersebut adalah milik pemerintah.

“Makanya harus kita tertibkan. Jadi itu semua merupakan aset pemerintah. Mereka menempati secara ilegal,” urainya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebanyak 1.451 rumah dibangun secara liar di atas jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Pandeglang.

Padahal, jalur tersebut akan reaktivasi Kemenhub agar bisa dilalui oleh kereta lokal atau KRD. Sehingga, Kemenhub akan menertibkan atau menggusur ribuan rumah tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri mengatakan, proses penertiban rumah-rumah itu sudah dilakukan sejak tahun 2019.

Meski warga membangun secara ilegal, namun menurut Zulfikri masih ada yang keberatan ditertibkan. Sehingga, pihaknya akan memberikan uang atau nilai penggantian wajar bangunan kepada warga yang tergusur.

“Prosesnya memang kita yang melakukan itu. Karena ini penertiban bukan pembebasan. Sekarang sudah di appraisal (menaksir nilai properti). Jadi tetap ada appraisal dari konsultan, bangunan khususnya, tanahnya enggak ya. Sehingga kalau orang itu pindah, dia masih bisa untuk membuat rumah lagi,” terang Zulfikri di Stasiun Serang.

Zulfikri menerangkan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 62 tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Nasional, konsultan appraisal ini akan ditunjuk oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Nantinya, hasil appraisal dari lembaga independen tersebut akan diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Sehingga, Pemda akan menetapkan berapa besaran uang yang diberikan kepada masyarakat dari hasil penaksiran itu.

“Kita proses terus, tapi dibantu sama Pemda juga. Bupatinya juga turun, Bu Lita,” ucap Zulfikri.

Selain reaktivasi jalur KA ke Pandeglang, Kemenhub juga akan memperbaiki jalur KA ke Merak. Jalur KA Diperbaiki, Jakarta-Merak Cuma 2,5 Jam.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kemarin meninjau jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Serang. Peninjauan ini untuk menindaklanjuti proyek perbaikan jalur KA tersebut agar waktu tempuh dari Jakarta ke Pelabuhan Merak bisa dipercepat.

Perbaikan konstruksi rel ini akan dimulai dalam waktu dekat. Harapannya, dengan perbaikan rel ini maka KRD atau kereta lokal yang melintas bisa melaju dengan kecepatan 70 kilometer (km) per jam.

“Berikutnya kita akan meningkatkan kecepatan yang Rangkasbitung ke Merak melalui Serang jadi 70 km/jam. Karena sekarang ini kecepatan cuma 40 km/jam. Kita akan perbaiki konstruksinya dan kita akan jadikan 70 km/jam,” kata Budi Karya dalam perjalanan menuju Rangkasbitung dari Stasiun Tiga Raksa, Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2020).

Budi menargetkan, dengan percepatan waktu tempuh itu, masyarakat Jakarta yang ingin ke pelabuhan Merak hanya membutuhkan waktu 2,5 jam.

“Dengan demikian, daya jangkau juga menurun dari 2 jam menjadi 1 jam 20 menit (Rangkasbitung-Merak). Jadi dari Jakarta yang tadinya untuk ke Merak menghabiskan waktu 3-4 jam, jadi hanya 2,5 jam,” paparnya.

Namun mesti diingat, perjalanan KRD ke Merak ini harus diawali dari Stasiun Rangkasbitung, lalu ke Serang, baru menuju ke Merak.

“Tapi tidak harus kereta itu dari Jakarta langsung ke Merak. Jadi mereka berhenti di Rangkasbitung, kemudian dari Rangkasbitung ke Serang dan Merak,” pungkasnya.

(Red)