Beranda Peristiwa Lahan Belum Dibebaskan, Warga Cilodan Blokir Jalan PT Pancapuri Indoperkasa

Lahan Belum Dibebaskan, Warga Cilodan Blokir Jalan PT Pancapuri Indoperkasa

Warga Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, saat melakukan aksi pemblokiran jalan. (ist)

CILEGON – Puluhan warga Lingkungan Cilodan RT 18/05 Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon pada Kamis (22/9/2022) memblokir jalan lingkungan yang selama ini menjadi akses mobilitas kendaraan berat PT Pancapuri Indoperkasa untuk proyek pengembangan PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) 2.

Aksi pemblokiran jalan dan pembentangan spanduk berisi tuntutan itu terpaksa dilakukan warga lantaran PT Pancapuri Indoperkasa dipastikan belum menuntaskan kewajibannya membebaskan lahan milik warga.

“Jalan itu kan sudah digunakan oleh Pancapuri untuk proyek jalan, sementara kan keluarga besar saya sekitar 20 rumah di atas ini belum dibebaskan, itu belum termasuk keluarga yang di bawah. Kami merasa terganggu dengan debu proyek itu,” ungkap Dani Adhani (63), salah seorang warga kepada BantenNews.co.id.

Menurut Dani, keputusannya sudah bulat terkait dengan nilai pembebasan terhadap sekira 3.000 meter persegi lahan milik keluarganya. Namun nilai yang ditawarkan tersebut belum mendapatkan tanggapan dari PT Pancapuri Indoperkasa.

“Yang datang ke kami malah cuma calo-calo semua, bukan A1 yang orang Pancapuri-nya. Kalau calo, tahu sendiri lah. Sementara kalau keluarga saya sudah jelas minta di angka Rp5 juta per meter, dan ngga apa-apa itu tidak dihitung bangunan rumah. Makanya kita blokir, jadi mending ditutup saja dulu,” jelasnya.

Menurut Dani Adhani, mayoritas warga setempat sudah meninggalkan kediamannya setelah memperoleh pembayaran atas pembebasannya oleh PT Pancapuri Indoperkasa. “Yang tersisa di sini tinggal keluarga saya saja, sama keluarga Haji Ismat, Sayani, yang lainnya sudah dibebaskan semua,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan Direktur PT Pancapuri Indoperkasa, Abraham Sinatrawan yang dikonfirmasi melalui telpon genggamnya belum merespon panggilan dan pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan.

(dev/red)