Beranda Nasional Kuota Haji Pandeglang Tahun Ini 388 Orang

Kuota Haji Pandeglang Tahun Ini 388 Orang

Agus Salim. (Memed/bantennews)

 

PANDEGLANG – Dari 1.086 orang pendaftar  haji yang sudah lunas tunda tahun ini hanya sekitar 388 orang yang siap diberangkatkan ke tanah suci. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2020 kemarin.

Kasi Haji pada Kemenag Kabupaten Pandeglang, Agus Salim mengatakan, sebanyak 388 jamaah haji yang sesuai dengan Siskohat ditambah dengan TPHD 2 orang, TPII dan TPHI 2 orang dan petugas kesehatan 2 orang akan diberangkatkan ke tanah suci tahun ini.

Jika dilihat dari Rencana Pemberangkatan Haji (RPH) pemerintah pusat jemaah haji asal Indonesia akan diberangkatkan pada 3 Juni 2022 mendatang, namun untuk rencana keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Pandeglang masih menunggu kabar dari Pemerintah Pusat.

“Sampai saat ini belum ada informasi lanjut terkait kapan pastinya akan berangkat, tapi biasanya Pandeglang itu ngambil gelombang kedua sekitar 18 Juni 2022,” jelas Agus saat ditemui di Kantor Kemenag Pandeglang, Rabu (18/5/2022).

Menurut Agus, pemerintah pusat sudah memberikan kelonggaran untuk persyaratan jemaah haji asal Indonesia. Hal itu menyusul dengan terus menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia.

“Saya kira persyaratan untuk jemaah haji sudah ada kelonggaran, karena pemerintah sudah memberikan itu dan dilakukan juga kesehatan secara general tetapi vaksin itu wajib dilakukan oleh jemaah haji minimal vaksin dosis pertama dan dosis kedua. Terus terkait PCR juga sudah ditanggung oleh Kementerian Kesehatan,” katanya.

Selain adanya pemangkasan kuota untuk jemaah haji, kebijakan lain yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi ialah melarang lansia di atas 65 tahun untuk diberangkatkan. Hal itu lantaran berkaitan dengan tingkat kesehatan jemaah haji itu sendiri.

“Sekarang ada penurunan kuota karena masih suasan Covid-19 dan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang tertuang dalam PMA (Peraturan Mentri Agama) 405 dimana usia diatas 65 tahun tidak bisa diberangkatkan dengan alasan masih Covid-19 dan rentan penyakit,” terangnya.

Meski ada pemangkasan kuota jemaah haji namun Kemenag mengakui bahwa animo masyarakat untuk berangkat ke tanah suci masih sangat tinggi, hal tersebut ditandai dengan masih banyaknya warga yang datang mendaftar diri menjadi calon jemaah haji.

“Jadi tahun ini hanya sekitar 40 persen karena ada pemangkasan kuota jemaah haji, animo masyarakat masih sangat besar terhadap pendaftaran haji itu. Kita berdoa saja semoga tahun depan kuota jemaah haji bisa bertambah,” tutupnya. (Med/Red)