Beranda Bisnis KSOP Banten Klaim Sistem Hapi Pape Bisa Cegah Korupsi pada Pelayanan Kepelabuhanan

KSOP Banten Klaim Sistem Hapi Pape Bisa Cegah Korupsi pada Pelayanan Kepelabuhanan

365
0
Acara Launching Hapi Pape di Hotel The Royale Krakatau - (Foto Usman Temposo/BantenNews.co.id)

CILEGON  – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Herwanto mengklaim bahwa Program bernama Hapi Pape atau kepanjangan dari Harmonisasi Pemanfaatan Inaportnet dalam Pelayanan Kegiatan Kepelabuhanan di Pelabuhan Banten dapat mencegah tindak pidana korupsi seperti gratifikasi.

Sebab, pelayanan dilakukan secara sistem online. Sehingga pengguna jasa tidak perlu ke Kantor KSOP Banten untuk mendapatkan pelayanan.

“Jadi pengguna jasa tidak perlu datang ke kantor pelayanan. Cukup dengan menggunakan aplikasi di kantornya, bisa juga di jalan. Kemudian mereka tidak ke kantor, secara finansial lebih hemat. Kemudian tidak ada contact person lagi antara petugas pelayanan dan pengguna jasa sehingga tidak ada unsur kolusi, gratifikasi. Ini cukup efisien untuk mencegah korupsi,” ujarnya disela acara Launching Hapi Pape di Hotel The Royale Krakatau, Kamis (5/9/2019).

Dia menjelaskan, pada dasarnya banyak manfaat yang dapat didapat oleh pengguna jasa dari penerapan hapi pape tersebut. Pengguna jasa selain dapat mengakses sistem di kepelabuhanan lebih cepat secara online dan hemat biaya.

“Sebelum kita launching sistem ini melalui proses uji coba. Sistem ini juga telah diuji coba sistem pada MV China Pioneer di Pelabuhan KBS beberapa waktu lalu, sistem Hapi Pape dinilai berhasil dilakukan,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sementara ini penerapan hapi pape di sebanyak 57 TUKS di Banten akan dilakukan secara bertahap. Kata dia, saat ini ada sekitar 5 TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) yang dinilai cukup siap untuk menjalani sistem Inaportnet.

“TUKS yang sudah siap seperti KBS (Krakatau Bandar Samudera), kemudian ada juga TUKS milik asing, itu kita inventarisir. Ada juga IKPP, itu juga cukup besar, nanti kita inventarisir,” katanya.

Sementara itu, Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan menyambut baik sistem Hapi Pape tersebut. Menurut Edi langkah tersebut merupakan terobosan yang cukup baik dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Ini kan seperti program Pemerintah Kota yang juga menerapkan smart city. Jadi smart city itu yang begini ini, jadi bukan hanya memberikan wifi gratis saja. Tapi memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih mudah melalui teknologi,” ucapnya. (Man/Red)