Beranda Peristiwa Krisis Air Bersih Meluas, BPBDPK Pandeglang Kekurangan Mobil Tangki

Krisis Air Bersih Meluas, BPBDPK Pandeglang Kekurangan Mobil Tangki

Warga Kampung Tanjakan, Désa Pangkalan, Kecamatan Sobang menerima bantuan air bersih. (Ist)

PANDEGLANG – Meluasnya krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang kewalahan. Keterbatasan armada pengangkut air memaksa BPBDPK meminjam mobil tangki dari sejumlah instansi agar distribusi air bersih kepada warga tetap berjalan.

Hingga Rabu (29/7/2026), krisis air bersih telah melanda 36 desa di 14 kecamatan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan distribusi air bersih terus meningkat, sementara BPBDPK hanya memiliki tiga unit mobil tangki untuk melayani wilayah terdampak yang cukup luas.

Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menambah armada pengangkut air bersih.

“Alhamdulillah kami dibantu BPBD Provinsi Banten yang menurunkan dua unit mobil tangki. Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) juga membantu dua unit truk tangki. Dalam waktu dekat PMI juga akan bergabung membantu penyaluran air bersih,” kata Nana.

Menurutnya, tambahan armada tersebut sangat dibutuhkan mengingat luasnya wilayah yang terdampak kekeringan. Selain jumlah armada yang terbatas, proses distribusi juga terkendala lokasi depo pengisian air bersih yang hanya tersedia di Karangtanjung dan Labuan Ciatel.

“Kalau mengirim air ke wilayah seperti Cikeusik, setelah tangki kosong harus kembali lagi ke depo untuk mengisi ulang. Waktu tempuhnya cukup panjang sehingga distribusi menjadi kurang maksimal,” ujarnya.

Kendala lain di lapangan adalah minimnya fasilitas penampungan air di permukiman warga. Petugas harus menunggu warga mengisi wadah masing-masing karena belum tersedia tandon berkapasitas besar yang dapat mempercepat proses penyaluran.

BPBDPK berharap setiap kampung memiliki tandon air sehingga mobil tangki cukup mengisi satu titik penampungan sebelum melanjutkan distribusi ke lokasi lain. Dengan pola tersebut, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  BPBDPK Pandeglang Serahkan Hasil 'Buruan' ke BKSDA Serang

Berdasarkan data BPBDPK, hingga kini bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 195.000 liter untuk 33 desa di 11 kecamatan. Sementara tiga desa di tiga kecamatan lainnya masih menunggu giliran distribusi.

Adapun 14 kecamatan yang terdampak krisis air bersih meliputi Angsana, Cikeusik, Karangtanjung, Cadasari, Koroncong, Patia, Picung, Sindangresmi, Sukaresmi, Munjul, Cigeulis, Panimbang, Sobang, dan Majasari.

Penulis : Memed

Editor : TB Ahmad Fauzi