LEBAK – Kekeringan mulai menekan sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat 49.360 jiwa terdampak selama Juli hingga Agustus 2026.
Data BPBD menunjukkan warga terdampak tersebar di 50 desa pada 17 kecamatan. Total kebutuhan air bersih mereka mencapai 742.705 liter, sementara BPBD hingga kini baru menyalurkan 407.000 liter.
Artinya, masih terdapat kebutuhan lebih dari 335 ribu liter air bersih yang harus dipenuhi.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Sukanta mengatakan pihaknya terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar warga di tengah ancaman kekeringan.
“Untuk memenuhi kebutuhan dasar, BPBD mencatat kebutuhan air bersih mencapai 742.705 liter. Sementara air bersih yang sudah tersalurkan sudah mencapai 407.000 liter,” kata Sukanta kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).
BPBD Lebak kini memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino 2026. Sukanta mengatakan, ancaman kekeringan bukan satu-satunya persoalan yang menjadi perhatian. Pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
BPBD memetakan wilayah rawan kekeringan, menyalurkan air bersih, memantau titik rawan karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengedukasi masyarakat.
“Upaya yang kami lakukan meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih, pemantauan potensi karhutla, koordinasi lintas sektor, serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Sukanta meminta masyarakat tidak hanya menunggu bantuan ketika kekeringan semakin meluas. Ia mengajak warga menggunakan air secara bijak dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.
Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla dan segera melaporkan jika menemukan kekeringan maupun kebakaran.
“Siaga hari ini, selamat esok hari. Ketangguhan menghadapi bencana dimulai dari kesiapsiagaan kita bersama. Lebak tangguh, bencana terkendali,” tegasnya.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
