Beranda Pendidikan Kreativitas Tanpa Batas di SMP Negeri 2 Mauk Tangerang: Market Day, Hingga...

Kreativitas Tanpa Batas di SMP Negeri 2 Mauk Tangerang: Market Day, Hingga Fashion Show Daur Ulang

Siswa SMP Negeri 2 Mauk Kabupaten Tangerang Berfoto bersama usai acara

KAB. TANGERANG — Suasana halaman SMP Negeri 2 Mauk tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, suara musik, tawa siswa, hingga derap langkah di panggung sederhana memenuhi udara. Di sudut lain, siswa sibuk menjaga lapak dagangan mereka, sementara deretan kotak suara hasil karya kelas 7 berjajar rapi menunggu pemilih OSIS baru.

Semuanya menjadi bagian dari Gelar Karya Profil Lulusan 8 Dimensi (P8) tahun ini, sebuah perayaan kreativitas yang menyatukan seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9.

Di balik ramainya kegiatan itu, ada sosok yang mengarahkan jalannya program: Hilwiyah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Dengan senyum bangga, ia menceritakan bagaimana setiap jenjang diberikan ruang untuk mengekspresikan diri melalui proyek yang berbeda.

“Untuk kelas 7, kami mengangkat tema pembuatan kotak suara,” tutur Hilwiyah. Kamis (13/11/2025).

Bukan tanpa alasan, bulan November menjadi momen rutin pemilihan OSIS, sehingga proyek ini memberi siswa kesempatan mengenal proses demokrasi dari karya buatan tangan mereka sendiri.

Berjalan sedikit ke tengah lapangan, aroma jajanan ringan dan minuman segar menyeruak. Itulah Market Day, ajang bagi siswa kelas 8 untuk berperan sebagai pelaku UMKM. Lapak-lapak sederhana mereka penuh warna, dihiasi produk yang dibuat sendiri dari rumah, mulai dari makanan ringan, kerajinan tangan, hingga minuman kekinian ala remaja.

Karya seni fashion show daur ulang yang digelar SMP Negeri Mauk Kabupaten Tangerang

“Setelah mencoblos, siswa kami arahkan untuk membeli produk teman-temannya. Ini cara sederhana menanamkan jiwa wirausaha,” jelas Hilwiyah sambil menunjuk antusiasme pembeli muda yang memenuhi setiap lapak.

Namun puncak perhatian tertuju pada panggung utama yang disiapkan oleh kelas 9. Mereka tampil dalam tiga kategori seni: menyanyi, tari, dan fashion show. Namun, fashion show kali ini bukan sembarang peragaan busana.

Setiap kostum yang dikenakan dibuat dari bahan daur ulang, plastik, kardus, hingga koran bekas disulap menjadi gaun, jaket, dan aksesori penuh karakter.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Pondok Pesantren di Cilegon Ini Terapkan 3M

“Kami ingin anak-anak mengeluarkan kreativitasnya. Dari barang yang dianggap tak bernilai, mereka bisa menciptakan sesuatu yang indah,” kata Hilwiyah.

Tidak hanya sekadar tampil, karya siswa juga mendapatkan apresiasi. Kategori seni kelas 9 diperlombakan, dengan juara 1 hingga 3 sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka.

Di balik riuh rendah acara, ada harapan besar yang ingin ditanamkan sekolah kepada para siswa.

“Kami ingin mereka punya keberanian untuk berkarya,” ungkap Hilwiyah pelan. “Anak-anak harus belajar mengeluarkan ide dan suara hati mereka. Itulah tujuan utama kegiatan ini.”

Gelar Karya P8 SMP Negeri 2 Mauk tahun ini bukan hanya sekadar kegiatan sekolah. Ia adalah panggung kebebasan berekspresi, ruang tumbuhnya kreativitas, serta bukti bahwa pendidikan karakter dapat hadir dalam bentuk yang menyenangkan dan penuh makna.

Di akhir acara, senyum para siswa menjadi tanda bahwa mereka bukan hanya belajar membuat proyek, tetapi juga belajar menemukan diri mereka sendiri.

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin