Beranda Peristiwa Korban Bencana Lebak Berharap Perbaikan Infrastrktur

Korban Bencana Lebak Berharap Perbaikan Infrastrktur

305
0
Relawan LAZ Harapan Dhuafa melintasi jembatan darurat di lokasi bencana Lebak. (Ist)

LEBAK – Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lebak menyisakan pilu yang mendalam dan mengakibatkan begitu banyak kerugian karena telah meluluhlantakkan tempat tinggal dan beberapa infrastruktur.

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banten, Kusmayadi mencatat sebanyak 63.431 KK dan 149.431 jiwa terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Banten.

Ada 30 jembatan di Lebak, Banten yang hancur, lenyap tak bersisa. Membuat beberapa wilayah di Lebak terisolir dan sulit mendapatkan bantuan. Saat ini warga hanya memanfaatkan jembatan darurat yang terbuat dari bahan seadanya dan jauh dari kata aman. Bahkan di beberapa titik masih ada warga yang masih mengandalkan rakit atau perahu karet untuk melintasi sungai.

Tim Harfa Rescue Indonesia (HRI) hingga saat ini masih terus mengirimkan bantuan dari dermawan kepada warga di desa terisolir dengan akses jalan yang sulit dan harus melewati jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu seadanya karena jembatan yang sebelumnya hanyut terbawa banjir, sehingga membuat jarak tempuh semakin panjang dan membutuhkan waktu lebih lama.

Indah Prihanande, Direktur Utama LAZ Harapan Dhuafa mengatakan jembatan yang rusak merupakan jembatan yang sangat penting karena menopang kehidupan masyarakat, termasuk untuk membawa hasil bertani yang akan dijual ke pasar. Dengan kerusakan yang banyak terjadi ini membuat perekonomian mereka terganggu.

“Kami sangat mengerti bahwa jembatan juga sangat penting disamping bantuan kebutuhan dasar para penyintas, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat untuk bahu membahu bergotong royong menyambung harapan para penyintas untuk membuat jembatan yang kokoh untuk mereka,” ujar Indah, Senin (12/1/2020).

Sapri (50 th), salah satu penyintas banjir di Kabupaten Lebak mengungkapkan bahwa kebutuhan jembatan memang sangat vital baginya dan warga sekitar. “Jembatan ini penopang hidup saya dan keluarga. Buat ngangkut kayu dan pisang hasil bertani. Sekarang jembatan hancur, saya bingung nanti seperti apa,” ucap Sapri.

Untuk Anda yang ingin membantu warga terdampak banjir di wilayah Banten, mari bergotong royong bersama LAZ Harapan Dhuafa dan Harfa Rescue Indonesia untuk membangun jembatan harapan bagi penyintas lebak melalui Rekening BRI 008401000593562 an Yayasan Harapan Dhuafa Banten (Tambahkan kode unik “217” dibelakang nominal transfer) Atau donasi di https://channelkebaikan.org. Konfirmasi donasi : (0812-8707-4484). (Ink/Red)