
SERANG – Sebagai Bank yang sejak awal berkomitmen melayani masyarakat inklusi, BTPN Syariah tidak hanya menghadirkan akses keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan formal, tetapi juga melakukan pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan agar memiliki pembiayaan yang tepat, serta kesempatan untuk tumbuh dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS) atau kumpulan yang dilakukan setiap dua minggu sekali. Dalam pertemuan ini, BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga akses pengetahuan dan pendampingan dari Community Officer (CO). Melalui pendekatan ini, Bank membangun empat perilaku unggul nasabah yang menjadi fondasi pertumbuhan, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
“Nasabah kami tumbuh dari semangat dan perilaku unggul yang mereka jalani setiap hari. Melalui kumpulan, mereka tidak hanya menabung atau mendapatkan pembiayaan, tetapi juga belajar, berbagi, dan saling menguatkan. BDKS bukan hanya slogan, tetapi merupakan kunci agar masyarakat inklusi semakin berdaya, tumbuh, dan bertahan dalam berbagai situasi,” ujar Direktur BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio pada Jumat (24/07/26).

Dikatakan Bayu, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan pertumbuhan nasabah, BTPN Syariah memberikan hadiah umrah gratis kepada nasabah yang konsisten menjalankan prinsip BDKS, salah satunya kepada 13 nasabah Sentra Setu Kidul 1 di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten.
“Program Umrah Satu Pesawat ini merupakan upaya BTPN Syariah dalam mewujudkan niat baik nasabah lebih cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu anggota Sentra Setu Kidul 1, Rusdiati mengatakan, bahwa pirinya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapatkan apresiasi ini, penghargaan ini menjadi penyemangat baginya untuk terus mengemnbangkan usaha dan memberikan yang terbaik bagi keluarga.
“Saya merasa usaha dan perjuangan yang selama ini dilakukan dihargai,” ungkap Rusdiyati, yang merupakan salah satu nasabah BTPN Syariah dari Kecamatan Waringinkurung.
Rusdiyati juga menyampaikan, bahwa program-program BTPN Syariah memberikan dampak yang sangat besar bagi usaha yang dijalankannya.
Ditemui ditempat yang sama, Camat Waringinkurung, Budi Handono mengatakan, sifatnya sangat mengapresiasi kehadiran BTPN Syariah di wilayah Waringinkurung, Kabupaten Serang.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran BTPN Syariah di wilayah kami. Tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya perempuan, tetapi juga secara konsisten melakukan pendampingan dan pelatihan usaha,” kata Budi.
Ia juga mengapresiasi upaya BTPN Syariah dapat memberikan dampak langsung yang sangat positif bagi masyarakat di Kecamatan Waringinkurung.
Oleh karena itu, Budi berharap BTPN Syariah dapat terus memperluas jangkauan dan program pendampingan dan pelatihan usaha sehingga semakin banyak warga yang terbantu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pembiayaan Area Banten, Jawa Barat, serta beberapa wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Firmansyah mengatakan, manajemen melakukan seleksi ketat dalam pemberian hadiah umrah gratis ini.
Beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu menjadi nasabah BTPN Syariah selama minimal tiga tahun, selalu membayar angsuran tepat waktu, disiplin menghadiri Pertemuan Rutin Sentra, menginspirasi lingkungan sekitar, serta usahanya tumbuh dari waktu ke waktu.
“Kami ingin memastikan bahwa hadiah umrah ini benar-benar diberikan kepada nasabah yang tidak hanya tumbuh bersama BTPN Syariah, tetapi juga membawa dampak positif bagi sekitarnya. Ini bentuk apresiasi kami atas kedisiplinan, ketekunan, dan semangat nasabah dalam mewujudkan impiannya,” ujar Firman.
Program apresiasi ini menjadi bukti komitmen BTPN Syariah dalam mendampingi masyarakat inklusi sebagai segmen utama BTPN Syariah yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal semata-mata untuk menciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti dengan mengenalkan perilaku unggul Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
“Pada program ini, nasabah dan masyarakat sekitar menerima informasi yang edukatif melalui sesi literasi yang dirancang untuk membantu nasabah sebagai pelaku usaha ultra mikro dalam memahami cara mengelola keuangan secara efektif, berani bermimpi besar, dan tetap konsisten dalam meraih impiannya,” terangnya.

Firmansyah juga menjelaskan, tentang pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat inklusi yang dilakukan BTPN Syariah hari ini.
“Bukan sekedar seremoni, tetapi ada literasi agar masyarakat bisa menemukan lembaga keuangan yang tepat. Dan kita BTPN Syariah satu-satunya bank yang memberikan misi untuk memberikan pembiayaan kepada mass market. Dan sebagai Bank, kita juga diawasi ketat oleh regulator, government, dan tentunya unsur-unsur aparat daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut Firmansyah menyampaikan, adapaun mengenai tantangan yang dihadapi BTPN Syariah, yang paling utama adalah masih adanya gap antara inklusi dan literasi.
“Kalau literasi sudah semakin dekat, mudah-mudahan tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ungkapnya.
“BTPN Syariah juga merupakan satu-satunya bank umum syariah yang fokus melakukan pendampingan dan pelatihan keuangan demi menyediakan layanan perbankan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat, demi mencapai kehidupan yang lebih berarti,” tandasnya. (Adverorial)