Beranda Kampus Kongres Rakyat Banten V di UNTIRTA, Menelusuri Sejarah dan Merumuskan Masa Depan...

Kongres Rakyat Banten V di UNTIRTA, Menelusuri Sejarah dan Merumuskan Masa Depan Banten

Kongres Rakyat Banten V.
SERANG – Kongres Rakyat Banten V menggelar seminar publik bertajuk “Dari Banten Lama ke Banten Masa Depan: Menemukan Kembali Identitas dan Arah Perjalanan Banten” di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Kampus Sindangsari, Sabtu (24/10/2026).

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kongres Rakyat Banten V yang meliputi aksi peduli lingkungan, bakti sosial kesehatan, seminar publik, dan kongres. Melalui berbagai agenda tersebut, penyelenggara mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekaligus menghimpun gagasan serta rekomendasi untuk mendukung pembangunan Banten.

Ketua Panitia Kongres Rakyat Banten V, Drs. H. Makmun Muzzaki, mengatakan kongres ini tidak sekadar menjadi ajang mengenang perjuangan pembentukan Provinsi Banten. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan merumuskan rekomendasi bagi pembangunan daerah.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga cita-cita para pendiri Banten agar kemajuan yang dicapai benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Makmun.

Ia menjelaskan, panitia menerjemahkan kepedulian terhadap Banten melalui berbagai kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir untuk menjaga ekosistem pantai sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Makmun, upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut penting agar kegiatan penghijauan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Panitia juga menggelar bakti sosial kesehatan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, seminar publik menjadi wadah untuk mengevaluasi perjalanan Provinsi Banten, membahas berbagai persoalan daerah, dan merumuskan masukan bagi pembangunan ke depan.

Sejarah dan Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pembangunan

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNTIRTA, Prof. Asep Ridwan, menekankan pentingnya menjadikan sejarah dan nilai-nilai lokal sebagai pijakan dalam membangun masa depan Banten.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Internet Desa Titipkan Duit ke Kejati, Mantan Rektor Untirta Penuhi Panggilan

Menurutnya, warisan sejarah bukan hanya membentuk identitas daerah, tetapi juga menyimpan pelajaran dan potensi yang dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini.

Ia juga menjelaskan nilai JAWARA yang menjadi landasan karakter UNTIRTA, yakni jujur, adil, wibawa, amanah, religius, dan akuntabel. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bagi sivitas akademika dalam membangun karakter, menjaga integritas, dan menjalankan tata kelola yang bertanggung jawab.

Asep turut menyoroti kejayaan Kesultanan Banten sebagai pusat perdagangan dan kekuatan maritim pada masa lalu. Menurutnya, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan perlu mengembangkan kembali potensi sejarah tersebut, antara lain melalui revitalisasi kawasan bersejarah dan penguatan sektor kemaritiman.

Upaya itu dapat mendukung pengembangan pendidikan, pariwisata, dan perekonomian daerah apabila pemerintah mengelolanya secara terarah dan berkelanjutan.

“Banten memiliki warisan sejarah, potensi kemaritiman, dan kekuatan industri yang besar. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Asep.

Selain memiliki warisan sejarah yang kuat, Banten juga memiliki posisi geografis strategis, jalur pelayaran penting, dan kawasan industri yang menjadi modal pembangunan. Namun, pemerintah perlu memastikan pengelolaan potensi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas pemerataan kesejahteraan.

Asep mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari pengangguran, kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan, hingga ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Karena itu, ia mendorong pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut diperlukan agar lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pembangunan juga harus memperhatikan pemerataan agar masyarakat di wilayah utara maupun selatan Banten memperoleh kesempatan yang setara,” katanya.

Baca Juga :  Untirta Press dan Gramedia Jalin Kerja Sama Penerbitan Digital

Kongres Rakyat Banten Jadi Ruang Aspirasi

Presidium Kongres Rakyat Banten, K.H. Embay Mulya Syarief, mengajak masyarakat kembali memahami perjuangan pembentukan Provinsi Banten dan peran para tokoh yang memperjuangkannya.

Ia menilai masyarakat perlu menjadikan sejarah sebagai bahan pembelajaran untuk menentukan arah pembangunan, bukan sekadar mengenangnya sebagai bagian dari masa lalu.

Embay juga menyoroti kejayaan Kesultanan Banten sebagai kekuatan maritim dan pusat perdagangan yang menjalin hubungan dengan berbagai wilayah di dunia. Menurutnya, sejarah tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan potensi daerah, khususnya sektor kemaritiman dan perekonomian.

Ia menegaskan, Kongres Rakyat Banten memiliki peran penting dalam menampung aspirasi masyarakat, menyampaikan masukan, dan mengingatkan pemerintah terhadap berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian.

Karena itu, ia berharap hasil diskusi dan seminar dapat disampaikan kepada DPRD dan Pemerintah Provinsi Banten sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Banten harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah perlu terus dikawal. Kongres ini menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan rekomendasi kepada pemerintah agar cita-cita meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tutur Embay.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Banten. Ia mendorong pemerintah mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan publik, lapangan kerja, dan peluang usaha.

“Pembangunan Banten harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah selatan dan masih menghadapi keterbatasan akses serta kesempatan ekonomi. Kita perlu mendorong pemerataan agar tidak ada wilayah yang tertinggal dari kemajuan daerah,” tambahnya.

Selain pemerataan pembangunan, Embay mengingatkan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, jabatan dan kekayaan harus disertai tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Manfaat Jahe Sebagai Penambah Imun untuk Tubuh Manusia

Ia mengajak para pemangku kepentingan mengutamakan pelayanan publik, menjalankan amanah dengan baik, dan menjauhi perilaku koruptif.

Embay juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai bagian dari identitas Banten. Perbedaan latar belakang, budaya, dan komunitas, menurutnya, harus dirawat sebagai kekuatan bersama untuk membangun daerah yang harmonis dan inklusif.

Hadirkan Akademisi dan Pemangku Kepentingan

Seminar publik Kongres Rakyat Banten V menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Mufti Ali, Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten; Prof. Wawan Wahyudin, Ketua BAZNAS Provinsi Banten; serta Drs. Septo Kalnadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten.

Ketiga narasumber membahas identitas sejarah, kondisi sosial masyarakat, dan tantangan pembangunan Banten dari berbagai perspektif. Diskusi tersebut diharapkan memperkaya pemahaman mengenai potensi daerah sekaligus menghasilkan masukan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui seminar ini, peserta menempatkan sejarah Banten sebagai pijakan untuk memahami identitas dan potensi daerah. Sementara itu, berbagai persoalan pembangunan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan prioritas dan merumuskan langkah strategis ke depan.

Forum tersebut juga mempertemukan gagasan kalangan akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Pertukaran pandangan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

Penyelenggaraan Kongres Rakyat Banten V di lingkungan UNTIRTA sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang dialog publik dan pengembangan pemikiran. Melalui kajian, penelitian, dan pertukaran gagasan, perguruan tinggi diharapkan terus berkontribusi dalam merumuskan solusi atas persoalan daerah dan mendorong kemajuan Banten. ***