Beranda Komunitas Komunitas Vape Indonesia Gelar Rontgen di Bintaro

Komunitas Vape Indonesia Gelar Rontgen di Bintaro

513
0
Komunitas Vape Tangerang menggelar Rontgen gratis. (Ihya/bantennews)

 

TANGSEL – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Banten bekerjasama dengan komunitas Vape Tangerang, memberi pelayanan  rontgen bersama mobile rontgen Jakarta bertempat di Graha Raya Bintaro, Kota Tangerang selatan (Tangsel).

Ketua APVI Banten Andi Noval mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi atas kegiatan komunitasnya itu. Menurutnya hal ini membuktikan bahwa pengguna vape cukup peduli dengan apa yang mereka yakini.

“Rata-rata pengguna vape ini sudah menjadi pengguna dengan kisaran lebih dari 3 tahun, dan mereka merasakan hasil yang sesuai harapan, bahkan beberapa pengguna rajin melakukan medical check up dan menyimpan data tersebut sebagai bahan rekam jejak medis pribadi, yang mungkin suatu saat bisa menjadi salah satu dokumen pendukung,” terang Andi di lokasi acara, Senin (2/12/2019).

Menurut Andi, di Inggris yang sudah melakukan penelitian terkait vape malah menganjurkan warganya untuk menggunakannya dibanding dengan rokok.

“Ini dapat dilihat di pernyataan studi terbaru yang dirilis oleh Journal of The American College of Cardiology pada 15 November 2019 menunjukkan kebiasaan vaping pada pria dan wanita serta dampaknya untuk kardiovaskular,” jelasnya.

Dalam jurnal tersebut, kata Andi, berusaha menentukan dampak vaskular awal peralihan dari rokok tembakau ke rokok elektrik (vape) pada perokok kronis yang sejauh ini belum banyak diketahui.

“Para penulis melakukan percobaan prospektif, percobaan kontrol secara acak dan kohort berdasarkan preferensi non-acak paralel. Penelitian menyasar pada perokok kurang-lebih 18 tahun dan merokok sekitar 15 batang per hari selama kurang-lebih 2 tahun dan terbukti bebas dari penyakit kardiovaskular,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini masyarakat juga mendapatkan edukasi untuk dapat mengetahui sisi baik dan sisi buruk lebih jauh lagi penggunaan vape juga dapat mencegah penyalahgunaan vape di Indonesia.

“Kami bergerak melalui kegiatan-kegiatan seperti ini agar masyarakat lebih sadar akan kesehatan, karena seperti halnya sisi baik, juga ada sisi buruk penggunaannya, misalnya saja penyalahgunaan narkoba melalui media vape,” tambahnya.

Sementara ketua Komunitas Vape Therion DNA Yudhichank yang juga hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, acara itu diinisiasi oleh komunitas Vaper Indonesia atas reaksi yg di lontarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang baru-baru ini menyampaikan statement pengajuan pelarangan penggunaan vape, namun tidak berdasar pada penelitian yang jelas.

“Vape bukan hal yang baru di Indonesia bahkan di dunia, kami berharap pemerintahan mengadakan penelitian yang objektif, seperti halnya yang dilakukan di Inggris, dimana vape disana sebagai produk resmi yang didukung oleh pemerintah sebagai alternatif pengganti rokok,” paparnya. (Ihy/Red)