TANGERANG – Aksi licin komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah akhirnya kandas di tangan polisi. Setelah beraksi di puluhan lokasi, dua pelaku utama berhasil diringkus tim gabungan Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Unit Reskrim Polsek Ciledug.
Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MS alias Boby sebagai eksekutor dan TA alias Bokir yang berperan sebagai penadah. Dari hasil penyelidikan, keduanya diketahui telah menjalankan aksinya di sedikitnya 30 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Tangerang Raya hingga Jakarta Barat.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja intensif aparat setelah menerima banyak laporan masyarakat terkait maraknya kasus curanmor.
“Pelaku ini sangat aktif dan tergolong licin. Mereka sudah beraksi di kurang lebih 30 TKP dengan berbagai modus yang berbeda,” ujarnya.
Yang membuat kasus ini menonjol, lanjut Jauhari, adalah cara pelaku memainkan psikologi korban. Mereka tak sekadar mencuri, tapi membangun kepercayaan terlebih dahulu sebelum melancarkan aksinya.
Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari berpura-pura meminjam kendaraan, hingga mengiming-imingi korban dengan tawaran pekerjaan setelah berkenalan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Setelah korban percaya, kendaraan langsung dibawa kabur. Lalu dijual ke penadah dengan harga jauh di bawah pasaran,” jelasnya.
Polisi juga mengungkap peran penting penadah dalam jaringan ini. TA alias Bokir diduga bukan hanya membeli hasil curian, tetapi juga mendanai dan mengatur alur penjualan, sehingga aksi kejahatan dapat terus berjalan.
Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain beberapa unit sepeda motor berbagai jenis, satu unit mobil, pelat nomor kendaraan, serta telepon genggam yang digunakan untuk komunikasi antar pelaku.
Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
“Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain. Kami akan terus dalami dan kembangkan,” tegas Jauhari.
Tim Redaksi
