Beranda Lowongan Kerja Komisi II Desak PT SRI Prioritaskan Perekrutan Tenaga Kerja Warga Cilegon

Komisi II Desak PT SRI Prioritaskan Perekrutan Tenaga Kerja Warga Cilegon

97
0
Suasana hearing Komisi II DPRD Cilegon. (Usman/bantennews)

CILEGON – Komisi II DPRD Kota Cilegon mendesak PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) memprioritaskan tenaga kerja lokal Cilegon dalam perekrutan tenaga kerja. Pasalnya, saat ini perusahaan tersebut telah melakukan perekrutan sebanyak 177 tenaga kerja.

Itu terungkap saat Hearing Komisi II DPRD Kota Cilegon dengan PT SRI yang juga dihadiri masyarakat Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Selasa (14/1/2020).

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Ibrohim Aswadi mengatakan warga lokal harus menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja.

Kata dia, dalam perekrutan tenaga kerja tidak perlu ada standarisasi tinggi. Apalagi PT SRI dinilai bukan perusahaan yang menggunakan teknologi tinggi.

“Apakah perusahaan PT SRI ini high teknologi, ataukah perusahaan ecek-ecek, kalau memang perusahaan hight teknologi mencet tombol terus meledak, ini butuh SDM yang high, ini kan PT SRI tidak demikian. Jadi tidak perlu menggunakan kompetensi tinggi untuk warga lokal. Tidak perlu disamakan dari hulu sampai hilir. Ini tidak adil namanya. PT SRI kan hanya
Synthetic Rubber,” ucapnya.

Sebab itu dia meminta pihak perusahaan agar komitmen dalam merekrut tenaga kerja lokal Cilegon dan menjadi prioritas.

“Kita tidak melarang warga luar Cilegon untuk bekerja di PT SRI, namun warga Cilegon harus diutamakan dulu, harus prioritas dulu,” ucapnya.

Direktur PT SRI, Mursosan Wiguna menyatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya adalah perusahaan paxat modal. Sehingga membutuhkan orang yang berkompeten.

“Seperti yang sudah saya sampaikan, kompetensi itu kembali lagi harus dilihat bahwa investasi PT SRI itu kan padat modal, jadi teknologi juga teknologi tinggi,” terangnya.

Dalam perekrutan tenaga kerja, lanjutnya, pihaknya tetap memperhatikan masyarakat lokal. Namum demikian dalam perekrutannya tetap menggunakan sistem yang sudah ditentukan.

Saat ini, kata dia, pihaknya merekrut sebanyak 177 pegawai. Dari total ini ada 62 warga Cilegon. Terkait perekrutan tenaga kerja itu pihaknya juga sudah sampaikan ke Disnaker Cilegon.

“Jadi kita memberikan kesempatan untuk mereka juga ikut tes, tesnya secara normal tidak ada kita melihat memilih, ini lokal dipisahkan, dan proses rekrutmen ini kan sudah berjalan sudah cukup lama, bukan yang terakhir saja, sejak awal ya karena prosesnya butuh kompetensi kita harus training lagi, training juga membutuhkan waktu yang panjang,” imbuhnya.

(Man/Red)