
LEBAK – Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah secara resmi membuka kegiatan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) Kwartir Ranting (Kwaran) Cibadak Angkatan 231 yang digelar di Taman Wisata MBS Curug Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari unsur pembina Pramuka golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak.
Selain Wakil Bupati Lebak yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Lebak, kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Daerah III Kabupaten Lebak, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Camat Cibadak, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Cibadak.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta KMD secara simbolis kepada perwakilan peserta.
Ketua Panitia KMD Angkatan 231 menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pembina Pramuka agar memiliki legalitas serta kemampuan yang memadai dalam membina peserta didik di gugus depan masing-masing.
Mengusung tema “Ikhlas Bhakti Bina Bangsa”, kegiatan ini difokuskan pada penguatan karakter pembina agar mampu menjadi teladan sekaligus pendamping bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Dalam sambutannya, Amir Hamzah menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama dampak negatif pemanfaatan teknologi digital yang tidak tepat.
Menurutnya, perkembangan internet yang begitu pesat harus diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat agar tidak menjerumuskan generasi muda pada aktivitas yang merugikan, seperti judi online maupun praktik pinjaman online ilegal.
“Saat ini musuh kita bukan lagi bangsa lain, tetapi bangsa sendiri. Maksudnya, nilai-nilai luhur budaya dan akhlak bangsa yang selama ini menjadi fondasi kehidupan mulai mengalami kemunduran akibat pemanfaatan teknologi yang tidak tepat,” ujar Amir Hamzah di hadapan peserta.
Ia menilai peran pembina Pramuka menjadi sangat penting dalam membangun karakter generasi muda agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menyaring informasi yang beredar di ruang digital.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak hanya berfokus pada kegiatan lapangan dan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan mental serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Pembina Pramuka harus mampu menjadi contoh dan pendamping bagi anak-anak kita agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka,” katanya.
Kegiatan Kursus Mahir Tingkat Dasar ini dijadwalkan berakhir pada 25 Juni 2026 dengan sejumlah materi kepramukaan, metode pembinaan peserta didik, kepemimpinan, hingga penguatan karakter bagi para calon pembina.
Acara pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, peserta, dan tamu undangan.
Tim Redaksi