Beranda Sosok Kisah Mbah Sarani, Peserta Haji Tertua di Kota Serang

Kisah Mbah Sarani, Peserta Haji Tertua di Kota Serang

2546
0
Sarani Ahyar Asir. (Ade/bantennews)

SERANG – Meski tak lagi muda, dan badan kian renta diterpa usia, Sarani Ahyar Asir bulat tekad memenuhi panggilan Tuhan untuk menunaikan ibadah haji. Pria kelahiran 7 Oktober 1928 itu sudah merencanakan pergi ke tanah suci memenuhi rukun Islam yang kelima.

Pria asal Lingkungan Benda RT 002 RW 003, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang ini memiliki semangat tinggi.
“Saya ini sudah tua, tapi sejak muda saya pengen banget untuk berangkat haji. Dan Alhamdulillah kali ini saya baru dapat rezeki,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/7/2019).

Sarani memilik 42 cucu dan 18 cicit. Ia mampu berangkat haji dari hasil jual tanah miliknya seharga Rp100 juta. Ia berangkat haji sendirian tanpa didampingi istrinya. Padahal ia ingin berangkat menunaikan haji bedua bersama Istrinya.

“Saya sudah ajak istri, tapi dia gak mau karena gak kuat untuk jalan jauh-jauh. Jadi saya tidak bisa memaksanya untuk berangkat bareng dengannya,” ujarnya.

Mariam, putri ke-9 dari 12 anak Sarani mengatakan pihak keluarga mendukung penuh niat orangtuanya. Karena tekad ayahnya yang bulat ingin pergi haji, ia pun semangat mengurus segala proses administrasi hingga ayahnya bisa menunaikan niatnya. Padahal teman-teman sebaya ayahnya sudah tak lagi bersemangat lantaran kondisi kesehatan.

“Tak ada rahasia apapun, cuma abah ini orangnya gak bisa diam, rajin nyangkul di sawah dan tiap pagi rutin jalan pagi, olahraga pagi. Jadi kesehatannya tetap stabil meskipun usianya sudah tua. Soal makan juga gak macem-macem. Biasa makan pisang rebus atau goreng, ubi rebus yah makanan sehari-hari biasa,” ujarnya.

Mariam menambahkan, ayahnya mendaftar sejak akhir 2015 silam dan akan berangkat pada Jumat (19/7/2019) mendatang dengan rombongan kloter 25. Ia berharap kesehatan ayahnya tetap terjaga selama menunaikan haji di tanah Arab Saudi.

“Kalau sudah di Arab Saudi, pihak keluarga pasrah dan rela. Semoga saja kesehatannya selalu baik. Abah ini tak bisa ngoperasiin HP. Paling untuk menanyakan kabar, saya berkomunikasinya dengan ketua regu dan kelompoknya. Semoga saja lah keberangkatan hajinya dapat membawa berkah buat semuanya, dan khususnya keluarga yang ada di sini,” ucapnya. (Dhe/Red)