CILEGON – Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon memicu gelombang kritik dari warganet. Mereka menilai minimnya penerangan jalan menjadi salah satu faktor yang membuat ruas jalan tersebut rawan kecelakaan.
Selain meminta pemerintah segera menyalakan lampu penerangan jalan umum (PJU), netizen juga menyoroti aktivitas truk pasir yang kerap melaju dengan kecepatan tinggi di kawasan tersebut.
Salah satu komentar yang paling banyak mendapat perhatian datang dari akun Instagram @trishawdmrt dikutip Minggu (5/7/2026).
Ia menulis, “JLS mah terangnya cuma pas musim mudik, udahannya gelap gulita + truk pasir ngebut semua. Yok bisa pak @robinsar19 nyalain lampu JLS biar terang.” Komentar tersebut mendapat puluhan tanda suka dan dukungan dari pengguna media sosial lainnya.
Pantauan di kolom komentar unggahan terkait kecelakaan tersebut menunjukkan banyak masyarakat mengeluhkan kondisi JLS yang dinilai minim penerangan pada malam hari. Mereka berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera melakukan pembenahan demi meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.
Akun @annisawinanda juga menyampaikan kritik terhadap prioritas pembangunan infrastruktur.
Ia menulis, “Mending yg diperbaiki JLS dan jalan lainnya yg bnr bnr butuh diperbaiki, ini jalan raya masih oke malah diancurin hmmm.”
Sementara itu, akun @donny.a.k menandai sejumlah akun pemerintah daerah dan pejabat terkait agar memberikan perhatian terhadap kondisi Jalan Lingkar Selatan yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Meski mayoritas komentar menyoroti minimnya penerangan, terdapat pula warganet yang memiliki pandangan berbeda. Akun @awink_wienk berkomentar, “Terang ko.. siapa bilang gelap….. kalo mau LEBARAN.” Komentar tersebut kemudian memicu diskusi di antara pengguna media sosial lainnya.
Selain menyampaikan kritik, sejumlah netizen juga mengungkapkan rasa duka atas meninggalnya korban kecelakaan. Akun @ngga.28 menulis singkat, “Bang Febri,” disertai emoji menangis.
Di sisi lain, akun @afdaagustianii turut berkomentar, “Haruuuhh yah premen sih bisa peteng kuen.” Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang mengaitkan insiden tersebut dengan dugaan yang beredar di media sosial.
Beragam komentar tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi Jalan Lingkar Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur dengan lalu lintas kendaraan berat yang cukup padat.
Warga berharap pemerintah segera mengevaluasi kondisi penerangan jalan, memasang lampu PJU yang berfungsi optimal, serta memperketat pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar agar keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon maupun instansi terkait pascakecelakaan yang menewaskan seorang pengendara tersebut.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
