Beranda Pemerintahan Kepala Perpusnas Soroti Tantangan Literasi Pandeglang

Kepala Perpusnas Soroti Tantangan Literasi Pandeglang

Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz memberikan sambutan. (Mg-Madani Prasetia/Bantennews)

PANDEGLANG – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI E. Aminudin Aziz menilai penguatan literasi di Kabupaten Pandeglang tidak cukup dengan menyediakan buku atau mengajak anak-anak membaca. Keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah harus ikut membangun kebiasaan membaca.

Aminudin menyampaikan hal itu saat menghadiri Festival Bubur Terasi atau Budaya Menggemburkan Literasi di Kabupaten Pandeglang, Selasa (22/9/2026).

Ia mengapresiasi anak-anak yang aktif mengajak masyarakat membaca. Namun, menurutnya, semangat tersebut harus mendapat contoh langsung dari orang tua.

“Saya terkesima tadi menyimak lagunya, ‘Ayo membaca’. Kalau anak-anak saja mengajak kita membaca, masa sih kita tidak ikut membaca? Masa kita malu diajak oleh anak-anak?” kata Aminudin.

Ia menyoroti kebiasaan orang tua yang meminta anak rajin membaca, tetapi tidak memberi contoh serupa di rumah.

“Ayo baca, baca, baca. Tapi bapak ibunya malah tidak membaca,” ujarnya.

Menurut Aminudin, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca sejak dari rumah. Sekolah, komunitas, dan pemerintah juga perlu memperkuat lingkungan yang mendukung budaya literasi.

Karena itu, Aminudin meminta masyarakat tidak memandang perpustakaan sebatas tempat meminjam atau membaca buku. Perpustakaan harus ikut membangun kebiasaan masyarakat dalam mencari, memahami, dan menggunakan informasi.

“Dengan begitu, literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca buku, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mencari, memahami dan memanfaatkan informasi,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Aminudin juga menyinggung tema “Bubur Terasi” yang merupakan singkatan dari Budaya Menggemburkan Literasi. Ia mengaku sempat penasaran ketika pertama kali membaca tema tersebut.

“Ketika menerima undangan dari Ibu Neneng, temanya adalah bubur terasi. Yang ada di otak saya, terasi di bubur atau bau menyengat,” kata Aminudin.

Ia kemudian menceritakan percakapannya dengan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas Edi Wiyono sebelum berangkat ke Pandeglang.

Baca Juga :  Belum Dilantik, Ucapan Selamat untuk Kepala Dindik Banten Sudah Bertebaran

“Pertanyaan Pak Edi yang pertama ketika bertemu saya itu bukan apa kabar, sehat nggak. Pertanyaannya, Prof, ada apa di Pandeglang?” tutur Aminudin.

Aminudin menegaskan, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. Semangat membaca yang tumbuh di kalangan anak-anak harus mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd