Beranda Advertorial Kelurahan Pancur Kembangkan Potensi Wisata Religi

Kelurahan Pancur Kembangkan Potensi Wisata Religi

Makam Ki Mas Dawa. (Ade/bantennews.co.id)

SERANG – Jika hobi bersepeda dan senang berwisata religi, lingkungan Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, di Kota Serang ini dapat menjadi salah satu pilihan destinasi. Daerahnya yang asri dan nyaman karena dekat dengan pegunungan dan masih banyaknya sawah sedikit membuat lupa akan hiruk pikuk suasana perkotaan.

Di Kelurahan Pancur,  tepatnya di lingkungan Karang Asem terdapat makam yang selalu ramai dikunjungi para peziarah. Makam tersebut dikenal sebagai makam Ki Mas Dawa yang memiliki panjang hingga 8 meter. Selain makam Ki Mas Dawa, terdapat pula makam Ki Sayar.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Serang karena memang melihat potensi-potensi yang ada di kita itu lebih banyak dijadikan daerah wisata religi terutama karena dari mulai depan sampai ke ujung sana ada makam-makam yang  bersejarah, mungkin orang-orang luar lebih sering ke sini untuk ziarah, jadi potensi wisata religi di sini sangat potensial sekali. Ada makam Ki Mas Dawa terus ada Ki Sayar,” ujar Ratih Wahyuningsih selaku Sekretaris Lurah di Kelurahan Pancur.

Aparat Kelurahan Pancur bersama warga bergotong royong di kompleks pemakaman Ki Mas Dawa. (IST)

Selain menjadi salah satu daerah yang wajib dikunjungi bagi peziarah, Kelurahan Pancur juga sering dijadikan trek pilihan bagi para pesepeda.

“Di sini jalur sepeda, trek sepedanya itu dari Karang Dawa nanti ke Sayar. Kalau untuk orang-orang yang sering bersepeda udah terkenal jalur ini. Ramai pesepeda itu biasanya hari Minggu, nah masyarakat-masyarakat sini jualan makanan tradisional kayak kue jojorong gitu,” kata Ratih.

Salah satu lokasi wisata di Kelurahan Pancur. (IST)

Dengan banyaknya spot wisata, masyarakat Kelurahan Pancur juga berinovasi dengan membuat emping berbagai rasa sebagai buah tangan khas Kelurahan Pancur.

“Kebetulan Pokdarwisnya ini sudah mulai berjalan untuk mempriotaskan emping sebagai salah satu buah tangan di Kelurahan Pancur, bukan di Kelurahan saja tapi Kota Serang. Karena di sini kebanyakan masyarakatnya mengolah emping untuk dibuat jadi kerupuk emping misalnya terus dari limbahnya kulit tangkilnya itu juga dijual. Jadi mereka menjual produk emping itu, packagingnya udah bagus dan disertai dengan berbagai rasa kekinian,” sambungnya.

Warga Kelurahan Pancur juga dikenal sebagai warga yang aktif dan kreatif untuk membangun kampungnya. Melalui program Kampung Resik Lan Aman yang merupakan salah satu program dari DP3AKB Kota Serang sejak tahun 2020, menggerakkan warga Kelurahan Pancur untuk menghias dan merapikan kampung sehingga dapat menjadi tempat wisata yang nyaman untuk disinggahi.

“Gunanya kenapa diadakannya kegiatan Kampung Resik Lan Aman sebenarnya adalah salah satunya untuk menggerakkan masyarakat agar lebih bisa punya rasa tanggungjawab terhadap lingkungannya. Tapi mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi kampung bagus, ramah wisata sehingga bisa jadi meningkatkan ekonomi masyarakat di Kelurahan Pancur ini,” ujar Ratih.

Kampung Bersih lan Resik di Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan. (IST)

Dengan banyaknya potensi-potensi wisata di daerah Pancur sehingga banyak pengunjung yang berdatangan seperti saat mendekati bulan Ramadan atau hari-hari besar umat Islam, banyak peziarah yang berdatangan ke makam Ki Mas Dawa dan Ki Sayar untuk berziarah. Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, Kelurahan Pancur sangat menerapkan strategi protokol kesehatan (prokes) untuk menghadapi pandemi Covid-19 baik ke warga dan para pengunjung yang ingin berziarah.

“Masyarakat di sini patuh dan enak diajak koordinasi. Jadi saat harus menerapkan pemakaian masker dan cuci tangan ya mereka lakukan, antre berjaga jarak saat pelayanan juga mereka patuh. Begitu juga dengan pengunjung yang berkunjung ke makam,” tuturnya.
(Advertorial)