Beranda Peristiwa Keluarga Salah Satu Jurnalis yang Hilang Kontak saat Liputan GAK Menunggu Kabar

Keluarga Salah Satu Jurnalis yang Hilang Kontak saat Liputan GAK Menunggu Kabar

Mansyur, ayah jurnalis kantor berita Antara M. Bagus Khoirunnas. (Audindra/Bantennews.co.id)

SERANG – Keluarga M. Bagus Khoirunnas, jurnalis foto Antara yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), masih menunggu kabar mengenai keberadaan Bagus.

Mansyur, ayah Bagus, mengatakan hingga Selasa, 8 September 2026, keluarga belum memperoleh informasi jelas mengenai kondisi putranya.

Informasi yang diterima keluarga sejauh ini berasal dari grup komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten mengenai pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

“Informasi terakhir saya tahunya dari grup Basarnas katanya 5 wartawan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatu” kata Mansyur saat ditemui BantenNews.co.id, Selasa (8/9/2026).

Mansyur mengatakan keluarga terus mengikuti perkembangan pencarian Bagus bersama sejumlah jurnalis lain yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Namun, keluarga belum mengetahui posisi Bagus maupun kondisi terakhirnya. Mansyur berharap tim pencarian segera memberikan informasi resmi mengenai perkembangan operasi pencarian tersebut.

“Saya menunggu lah semoga selamat. Sebelumnya juga kemarin Senin saya liputan ke Pasauran (Pos Pemanatauan GAK) saya ketemu jurnalis lain nanya lihat Bagus ga katanya lihat bawa mobil kantor katanya rupanya dia nunggu diperkirakan jam 3-4 lah berangkat,” ujarnya.

Bagus berada di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik seiring meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Keluarga kini hanya mengandalkan informasi dari tim pencarian. Mereka berharap Bagus dan jurnalis lain yang berada dalam kapal tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Sebelumnya, rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal itu bertolak untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Baca Juga :  Rumah Warga Pandeglang Hangus Terbakar

Berdasarkan data Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang. Mereka terdiri atas lima fotografer, seorang nahkoda, dan seorang anak buah kapal (ABK). Hingga Selasa siang, seluruh penumpang kapal masih dalam pencarian tim Basarnas.

“Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB,” kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Basarnas menerima informasi dari Bayu Antara Banten bahwa rombongan jurnalis itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu korban mengirimkan posisi terkini kepada seorang jurnalis di Lampung bernama Abay. Namun, sekitar 22 menit kemudian, komunikasi dengan kapal tersebut terputus.

“Belum ada informasi yang kami keluarkan bahwa korban sudah ketemu, dan info penemuan,” ucapnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Wahyudin