Beranda Gaya Hidup Kebiasaan Ini Mampu Meningkatkan Kualitas Hidupmu

Kebiasaan Ini Mampu Meningkatkan Kualitas Hidupmu

129
0
Ilustrasi - foto istimewa Rimma.co

Kita gak tahu saran mana yang terbukti sebagai fakta ilmiah atau sekedar kepercayaan di masyarakat saja.

Jadi artikel ini akan memberitahukanmu lima kebiasaan sehari-hari yang telah dibuktikan oleh penelitian yang bisa meningkatkan kualitas hidupmu seperti kesehatan, meningkatkan mood, dan menurunkan stres.

1. Konsumsi makanan yang sama setiap sarapan

Diperkirakan, rata-rata manusia membuat 35.000 keputusan setiap harinya, termasuk lebih dari 200 keputusan hanya untuk memilih makanan saja. Efek pertimbangan dan penentuan ini disebut “decision fatigue” (keputusasaan keputusan).

Penelitian telah menunjukkan bahwa manusia memiliki jumlah energi yang terbatas untuk digunakan dalam mengambil keputusan. Saat kita menghabiskan energi itu, kita cenderung membuat keputusan secara terburu-buru atau malah menyerah, dan hasilnya menjadi gak produktif.

Cara terbaik untuk menghindari keputusasaan keputusan adalah dengan membuat lebih sedikit keputusan seperti “merutinkan” kegiatan dari keseharianmu. Bukan kebetulan ketika Steve Jobs dan Mark Zuckerberg mengenakan pakaian yang sama persis setiap harinya. Tapi bukan berarti kamu harus seperti mereka. Kamu bisa menerapkan hal yang lebih sederhana seperti sarapan dengan makanan yang sama.

Daripada kamu menyia-nyiakan kekuatan otak hanya untuk memutuskan mau sarapan apa, antara roti apa nasi goreng, telur dadar apa telur ceplok, lebih baik kamu menetapkan sarapanmu setiap harinya. Kamu bisa pilih salah satu makanan sehat, penuh energi dan konsisten dengan makanan itu setiap hari, seenggaknya setiap hari sebelum kerja, dan kamu bisa menambahkan beberapa variasi pada akhir pekannya.

Ahli nutrisi dan penurunan berat badan menyarankan sereal berserat tinggi dengan susu rendah lemak dan buah segar atau protein rendah lemak bisa menjadi sarapanmu setiap pagi.

2. Jangan terlalu lama duduk

Banyak penelitian yang menemukan bahwa terlalu lama duduk sekitar delapan jam atau lebih dalam sehari bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, dan kadar kolesterol yang gak sehat.

Terus bagaimana ya melawan efek negatif dari kebanyakan duduk, padahal banyak pekerjaan yang mengharuskan karyawannya duduk sampai berjam-jam? Nah, ada satu studi yang menemukan bahwa berdiri dan terlibat dalam aktivitas fisik ringan (seperti berkeliling sebentar di kantor) hanya sekitar dua menit setiap satu jam ternyata bisa meminimalkan risiko kematian 33 persen lebih rendah, lho! Jangan lupa untuk berdiri dan berjalan santai ya jika terlalu banyak duduk.

Karena berdiri, seperti berjalan, memaksa otot dan jantung bekerja sedikit lebih lama. Kamu juga bisa mengajak rekan kerja untuk jalan ringan sambil ngobrol santai. Karena banyak berjalan dikaitkan dengan kreativitas yang lebih tinggi.

3. Luangkan waktu untuk meditasi

Yoga maupun meditasi menuai manfaat untuk menghilangkan stres. Pasalnya, ada satu studi yang berfokus pada meditasi kesadaran yang menemukan bahwa orang yang bermeditasi selama enam minggu memiliki tingkat kecemasan, depresi, dan insomnia yang lebih rendah daripada orang yang gak melakukannya.

Bagaimana dong jika kamu sibuk? Sebenarnya penerapan waktunya sangat sederhana, kok. Pilih waktu di mana kamu ingin melepaskan penat dari rutinitasmu, carilah tempat yang tenang untuk duduk atau berdiri dikesunyian. Kemudian temukan kedamaian yang bisa memunculkan perasaan rileks dan tenang.

Dr. Herbert Benson, mantan direktur Benson-Henry Institute for Mind Body Medicinemenyarankan dalam Harvard Heart Letterdengan cara mengulangi kata-kata positif seperti “damai” dan “santai,” atau bisa doa-doa pendek sesuai keyakinanmu, atau frasa berirama. Lakukan hal ini selama 20 menit, tetapi kamu bisa memulainya dengan lima menit dulu.

Jika pikiranmu mulai gak fokus, kamu bisa menerapkan teknik pernapasan yang dalam dan mulai mengosongkan pikiran-pikiran negatif. Atau jika terlalu sulit untuk menenangkan pikiranmu sendiri, kamu bisa mengunduh teknik meditasi yang baik dan benar atau juga bisa mengunduh instrumen meditasi yang bersifat menenangkan.

4. Selalu bersyukur dan tersenyum

Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa rasa bersyukur di setiap harinya baik untuk mengangkat suasana hatimu, meningkatkan hubungan dan menumbuhkan kesabaran. Jika kamu ingin mencegah depresi dan berinvestasi dalam kebahagiaan jangka panjang, sisihkan 10 menit waktumu setiap malam untuk melakukan latihan yang disebut Three Good Things (Tiga Hal Baik).

Diterapkan pertama kali oleh Dr. Martin Seligman, bapak psikologi positif modern, latihan ini terbilang cukup sederhana. Buatlah catatan di mana kamu bisa menuliskan tiga hal baik yang terjadi padamu setiap harinya. Yang bisa meliputi makanan enak yang belum pernah kamu makan sebelumnya atau kelahiran anakmu, dll. Di sebelah setiap entri, jelaskan mengapa itu bisa terjadi dan siapa yang membantu mewujudkannya. Atau kamu bisa menambahkan catatan tambahan mengenai tulisan tersebut.

Menurut Journal of Happiness Studies, ketika para peserta mencoba latihan Three Good Things hanya dalam satu minggu, mereka memiliki tingkat rendah untuk mengalami depresi dan efek positifnya berlangsung selama berbulan-bulan. Menariknya, penelitian yang sama menemukan efek untuk meningkatkan perasaan dari menuliskan tiga hal lucu yang terjadi hari ini beserta alasannya. Jadi, jika catatan rasa syukur kurang cukup, kamu bisa membuat catatan hari tergokil dan terlucumu.

5. Matikan gadget 30 menit sebelum tidur

Tidur nyenyak adalah salah satu hal terpenting untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, mengurangi stres dan depresi, dan meningkatkan produktivitas di siang hari. Tetapi begitu banyak hal yang menghalangi tidur di malam hari. Selain minum terlalu banyak kafein pada sore hari, setiap orang kecanduan dengan gadgetnya.

Perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan e-reader memancarkan panjang gelombang cahaya biru yang menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh kita mempertahankan ritme sirkadian yang stabil. Komputer dan TV juga menghasilkan cahaya biru, tetapi biasanya jaraknya cukup jauh, sehingga dosisnya gak setinggi kalau kita menggunakan smartphonedan sejenisnya. Ketika produksi melatonin tertekan, tubuh dan otak kehilangan isyarat normal mereka untuk menyuruh kita beristirahat dan bersiap untuk tidur.

Dalam sebuah penelitian, peserta yang menghabiskan waktu dengan membaca e-reader sebelum tidur membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, rata-rata kurang tidur dan lebih lelah ketika bangun setelah delapan jam dibandingkan dengan orang yang membaca buku cetak sebelum tidur. Para peneliti juga khawatir tentang efek jangka panjang dari penekanan melatonin yang dikaitkan dengan kanker payudara dan usus besar yang lebih tinggi pada pekerja shift malam.

Untuk mengurangi kemungkinan buruk yang terjadi, matikan semua perangkat elektronik setengah jam sebelum tidur. Selain membiarkan melatonin melakukan tugasnya, hal itu juga akan memberi mata dan otakmu beristirahat sebagai persiapan rasa kantuk. (Red)

Sumber : IDN Times