Beranda Peristiwa Kebakaran Pabrik Buhur CV Damarindo, 60 Personel Damkar Padamkan Api di Tengah...

Kebakaran Pabrik Buhur CV Damarindo, 60 Personel Damkar Padamkan Api di Tengah Kemacetan

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kecamatan Periuk, Kamaludin, saat diwawancarai di lokasi kebakaran. (Dwi Muksin Yulianto/BantenNews)

TANGERANG – Sebanyak 14 armada dan 60 personel pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menjinakkan api yang melahap pabrik buhur (dupa) CV Damarindo di Jalan Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Penanganan kebakaran yang dilaporkan pada pukul 17.30 WIB ini berjalan dramatis lantaran petugas harus berpacu dengan waktu di tengah kondisi lalu lintas yang padat pada jam pulang kerja, serta dihadapkan pada cuaca panas ekstrem yang membuat api dengan cepat merambat ke permukiman warga sekitar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kecamatan Periuk, Kamaludin, membenarkan adanya pengerahan sumber daya dalam skala besar guna mencegah dampak yang lebih luas. Armada yang diterjunkan merupakan gabungan dari berbagai wilayah.

“Tepatnya jam 5 lewat ya, kita dapat informasi di Jalan Bayur ini terjadi kebakaran. Kebetulan ini yang terbakar CV Damarindo. Dia (pabrik) bergerak di bidang buhur, dupaan. Kita sudah turun 14 unit dengan personel 60 orang,” ungkap Kamaludin kepada Bantennews.co.id di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, bahwa 14 unit armada damkar dikerahkan dari Mako UPT Damkar Periuk, Ciledug, Batuceper, dan Pinang.

Dalam proses pemadaman, Kamaludin mengakui mobilitas petugas terhambat oleh kemacetan. Jalan Bayur merupakan akses vital yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan pinggiran.

“Kendala kita karena memang tadi bertepatan jam pulang kantor, jam pulang kerja ya. Ini kan Jalan Bayur ini memang perlintasan untuk warga pulang ke Teluknaga, ke Kampung Melayu, Sepatan, jalur alternatif. Jadi itu kebetulan yang menjadi kendala kita, jadi agak sedikit macet,” jelasnya.

Mengenai pemicu kebakaran, pihak Damkar belum berani mengambil kesimpulan pasti karena masih menunggu pertemuan dengan pihak pemilik CV Damarindo. Kendati demikian, Kamaludin menyoroti fenomena cuaca panas yang tengah melanda Kota Tangerang sebagai salah satu faktor risiko utama, baik terkait potensi korsleting maupun pembakaran sampah terbuka (tabunan).

Baca Juga :  Waduh ! Toko Kosmetik di Pakuhaji Tangerang Jual Ribuan Obat Keras Bikin "Ngefly"

“Sampai saat ini saya belum bisa bertemu dengan si pemilik, dan dugaan sementara juga saya belum bisa memastikan apakah ini korsleting arus pendek listrik atau dari tabunan. Karena memang sekarang ini lagi musim-musimnya alang-alang, kebakarannya karena situasi sekarang ini memang betul-betul lagi panas,” paparnya.

Dampak dari kebakaran ini dipastikan tidak merenggut korban jiwa. “Korban jiwa tidak ada, alhamdulillah,” tegas Kamaludin. Namun, api telah menghanguskan pabrik dan merembet ke dua rumah warga yang berdempetan dengan area pabrik, termasuk rumah keluarga Iqbal Wijaya yang sebelumnya sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Menyikapi rentetan musibah kebakaran, Kamaludin menutup keterangannya dengan peringatan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem.

“Ya, imbauan kepada masyarakat, karena situasi sekarang memang suhu panasnya sampai 34 sampai 36°C, diharapkan jangan membakar sampah sembarangan. Karena itu akan menyebabkan terjadi kebakaran. Ada beberapa titik di Kota Tangerang penyebabnya adalah kebakaran ini tabunan, ya. Tabunan, jadi memang suhunya memang suhu kita sekarang 34°C sampai 36°C. Ya, jadi imbauan kepada masyarakat jangan nabun sembarangan, itu,” pungkasnya.