
TANGERANG – Kebakaran hebat melanda pabrik buhur (pewangi /dupa) milik CV Damarindo di lingkungan RT 05/RW 04, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Peristiwa nahas yang terjadi pada Senin sore (20/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB ini bermula dari percikan api di area pabrik tersebut.
Iqbal Wijaya, salah seorang warga lingkungan RT 05/RW 04 yang rumahnya turut terdampak, menjelaskan bahwa api dari pabrik tersebut merambat dengan sangat cepat ke rumahnya akibat embusan angin kencang. Sedikitnya dua bangunan rumah dilaporkan hangus terbakar dan tiga unit sepeda motor gagal diselamatkan dari amukan si jago merah.
Iqbal memaparkan, api pertama kali terlihat dalam ukuran kecil dari arah area pabrik buhur yang lokasinya memang berbatasan langsung dengan perumahan warga.
“Jadi awalnya begini, Bang. Saya sama keluarga saya semua lagi di belakang. Sore kan biasanya memang pada ngadem, Bang, di belakang. Nah, sekitar jam 05.30-an sore tiba-tiba ada api masih kecil. Api itu kecil nih, saya sama orang tua saya nyiramin pakai selang,” ungkap Iqbal saat diwawancarai Bantennews.co.id di lokasi kejadian.
Menyadari bahaya yang mengancam, Iqbal bersama orang tuanya berusaha keras melakukan upaya pemadaman mandiri. Namun, langkah tanggap darurat tersebut menemui kendala teknis akibat minimnya peralatan.
“Karena selang air tekanannya tidak begitu kencang, tidak kuat, Bang. Saya sudah teriak-teriak, mertua saya juga sudah memanggil karyawan yang di mes. Ternyata yang di mes bukannya menyiram, dia malah panik keluar nih. Saya mencoba menyiram pakai air yang dari toren saya, itu tidak kuat,” tambahnya.
Kondisi kepanikan tersebut diperparah dengan kencangnya tiupan angin pada sore itu, serta banyaknya material baku yang sangat mudah terbakar di dalam pabrik buhur milik CV Damarindo tersebut.
Menurut Iqbal, api langsung membesar ketika menyambar tumpukan barang yang sudah dikemas. “Karena angin kencang, di situ kan ada paket yang sudah siap dikirim nih. Dia itu pakai karung goni. Nah, menyambar karung goni langsung cepat, Bang,” tegasnya.
Terkait sumber kemunculan api, warga meyakini bahwa titik awal kebakaran berada di dalam area pabrik buhur CV Damarindo, bukan dari kelalaian aktivitas rumah tangga warga. Hal ini diperkuat oleh keterangan saksi mata lain di tempat kejadian yang melihat titik nyala pertama.
“Api sumbernya memang dari pabrik, bukan dari kita, Bang. Saksi juga ada, Bang Acong tukang es. Dia kebetulan lagi membuang sampah, dia melihat api dari belakang, dari pabrik adanya,” ujar Iqbal.
Iqbal mengaku berhasil menyelamatkan sejumlah barang berharga, seperti pakaian dan dokumen penting milik keluarganya. Namun, kedekatan jarak antar-bangunan membuat rumah milik orang tuanya tidak luput dari amukan api.
“Rumah sih kalau rumah yang kebakaran sih satu, Bang. Cuma berhubung rumah saya ini menyambung sama rumah orang tua, bisa dibilang dua sih, Bang. Tiga sama ini nih, ini aman nih, tidak kebakaran nih, yang warung ini aman,” terangnya. Sayangnya, tiga unit sepeda motor yang terparkir di dalam rumah orang tuanya ikut hangus karena tidak sempat dikeluarkan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung dan penyebab pasti munculnya titik api di dalam pabrik buhur CV Damarindo tersebut masih diselidiki. Petugas pemadam kebakaran (damkar) gabungan dari Mako UPT Damkar Kecamatan Periuk, Ciledug, Batuceper, dan Pinang diterjunkan untuk memadamkan kebakaran di lokasi kejadian.
(Mg-Dwi Muksin Yulianto/BantenNews)