Beranda Hukum Kasus Penganiayaan di Lampu Merah PCI Tak Berhubungan dengan Geng Motor

Kasus Penganiayaan di Lampu Merah PCI Tak Berhubungan dengan Geng Motor

Korban pengeroyokan.

CILEGON – Pria berinisial AH (20) mengalami luka-luka hingga sempat tidak sadarkan diri usai dikeroyok sejumlah pemuda tak dikenal. Warga Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten itu mengalami penganiayaan saat berkendara di sekitar lampu merah PCI hingga Jalan Lingkar Selatan.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu (21/1/2023) sekira pukul 04.30 WIB ketika korban yang sedang berboncengan bersama temannya yang berinisial RI (20) terhalang oleh truk yang sedang menurunkan beberapa pemuda. Sontak korban yang kaget langsung meminta para remaja itu untuk minggir agar tidak menghalangi jalan, namun sikap yang dilakukan korban menuai kericuhan hingga rombongan tersebut mengeroyok AH.

“Korban AH dikeroyok di lokasi tersebut namun salah satu rekan korban RI berhasil melarikan diri karena takut dikeroyok oleh orang yang tidak dikenal,” jelas Kapolsek Cibeber AKP Suhel dalam keterangannya pada Senin (23/1/2023).

Akibat kejadian itu, AH mengalami luka robek dan memar di bagian mulut. Ia sempat dibawa oleh orangtuanya, NN (44), ke RS Kurnia Kramatwatu untuk mendapat penanganan sementara namun akhirnya dirujuk ke RS Krakatau Medika Kota Cilegon pada Minggu (22/1/2023) pukul 16.00 WIB.

Kini kasus penganiayaan yang dialami AH dalam tahap penyelidikan. Polsek Cibeber bekerja sama dengan Satreskrim Polres Cilegon untuk segera melakukan penangkapan terhadap gerombolan pemuda yang melakukan pengeroyokan terhadap AH.

Kejadian yang menimpa AH itu sempat dikaitkan dengan viralnya video geng motor bernama Markas Besar 20. Dalam rekaman yang diterima BantenNews.co.id, para remaja tersebut berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil mengacungkan senjata tajam (sajam), diduga peristiwa itu terjadi di Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Kasatreskrim Polres Cilegon Polda Banten AKP Mochmad Nandar mengatakan kejadian pengeroyokan AH bukan dilakukan oleh geng motor yang viral.

“Kejadian tersebut bukan dilakukan oleh geng motor melainkan korban AH dikeroyok oleh sekelompok pemuda tidak dikenal yang baru turun dari truk,” ucap Nandar.
(Nin/You/Red)