Beranda Peristiwa Kasus Korupsi Dihentikan, Demo Mahasiswa Ricuh

Kasus Korupsi Dihentikan, Demo Mahasiswa Ricuh

Demo mahasiswa di depan Kejari Lebak mempertanyakan penghentian kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Gajrug, Lebak, berujung ricuh. (Fotografer: Ali/BantenNews.co.id)

LEBAK – Puluhan mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejari Lebak, berakhir ricuh.

Aksi dilakukan puluhan massa HMI terkait dihentikannya penyelidikan perkara kasus dugaan korupsi Pasar Gajrug, Kecamatan Cipanas oleh pihak Kejari Lebak.

Kericuhan dipicu saat puluhan massa HMI melakukan pembakaran ban bekas di depan kantor Kejari. Namun, pembakaran ban bekas tersebut coba dipadamkan oleh salah seorang petugas Kepolisian yang mengamankan jalannya aksi dan oleh pihak Kejaksaan sehinga kericuhan pun terjadi.

Baca Juga : Kejari Lebak Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Pasar Gajrug Rp19 Miliar

Akibatnya, aksi saling dorong dan saling pukul antara petugas polisi yang mengamankan jalannya aksi dengan massa HMI tak terelakkan, dan satu massa HMI dilarikan ke rumah sakit.

“Kami kecewa dengan pihak Kejari Lebak yang telah merasionalisasikan hukum yang tidak sesuai dengan dihentikannya penyelidikan kasus dugaan korupsi pambangunan Pasar Gajrug. Maka kami mengecam Kejari Lebak. Aksi hari ini akan berlanjut dan kami akan aksi ke KPK,” ujar Ucu Komarudin ketua HMI Cabang Lebak, Selasa (24/7/2018).

Pembangunan pasar Gajrug yang didanai oleh APBN tahun 2016 itu merupakan pasar kelas A dan mempunyai standar SNI dengan anggaran senilai kurang Iebih Rp18 miliar hanya menyerap anggaran Rp11 miliar atau sekitar 60 persen dan jauh dari realisasi fisik yang ada.

Hasil penyelidikan Kejari pada pembangunan Pasar Gajrug, Kejari menemukan kelebihan pembayaran pada pihak pelaksana sebesar Rp731 juta.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih mencoba mendapat konfirmasi dari pihak Kejari Lebak. (Tra/Ali/Red)