
SERANG – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citasuk Padarincang 002 setelah puluhan siswa dan guru SMAN 1 Padarincang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Regional BGN Banten, Ichsan Rizqiansyah mengatakan, insiden yang terjadi pada 20-21 Mei 2026 itu menimpa 59 siswa dan 12 guru. Sebanyak empat orang menjalani perawatan di Puskesmas Padarincang, sedangkan satu orang dirawat inap di RS Bhayangkara.
Menurut Ichsan, kasus tersebut bermula ketika seorang guru mengeluhkan sakit perut pada Rabu (20/5/2026). Pada malam harinya, sejumlah siswa juga mengalami gejala serupa dan mendatangi Puskesmas Padarincang.
“Indikasi kejadian mengarah pada konsumsi menu hari Rabu, tetapi kami belum menemukan satu hidangan tertentu sebagai penyebab karena saat dikonsumsi tidak ada makanan yang menunjukkan tanda basi,” kata Ichsan, Senin (25/5/2026).
BGN menduga paparan sinar matahari langsung terhadap ompreng atau wadah makanan menjadi salah satu pemicu. Sejumlah siswa menyimpan makanan yang belum dikonsumsi di lantai sekolah dalam waktu cukup lama.
“Dugaan lainnya karena jeda waktu antara makanan diterima dan dikonsumsi terlalu lama,” ujarnya.
Ichsan juga mengungkapkan, dapur SPPG Citasuk Padarincang 002 belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena masih dalam proses pengurusan. Selain itu, pengelola dapur juga harus membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar.
“Masih banyak sarana dan prasarana yang harus kami benahi karena dapur ini baru selesai relokasi,” katanya.
Sebagai langkah evaluasi, BGN menghentikan sementara seluruh aktivitas dapur tersebut.
“SPPG Citasuk Padarincang 002 kami suspend sementara sampai seluruh perbaikan dan evaluasi selesai,” tegas Ichsan.
Sebelumnya, puluhan siswa SMAN 1 Padarincang mengalami mual, muntah, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi makanan program MBG. Video sejumlah siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Padarincang sempat beredar luas di masyarakat.
Kepala Puskesmas Padarincang, Uni Suhada mengatakan, pihaknya menerima 32 siswa yang datang dengan keluhan serupa sejak Rabu hingga Sabtu.
“Sebagian besar berasal dari SMAN 1 Padarincang,” ujarnya.
Petugas puskesmas melakukan observasi, memberikan infus kepada pasien yang membutuhkan, serta memberikan obat kepada siswa dengan kondisi lebih ringan. Dua siswa kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Keluhannya sama, yaitu mual, muntah, sakit perut, dan diare,” kata Uni.
Puskesmas hingga kini belum menerima laporan serupa dari kelompok masyarakat lain dan masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd