Beranda Pendidikan Kantor Bahasa Banten Gelar Bengkel Musikalisasi Puisi di Kabupaten Tangerang

Kantor Bahasa Banten Gelar Bengkel Musikalisasi Puisi di Kabupaten Tangerang

Salah satu grup peserta Bengkel Alih Wahana Sastra Musikalisasi Puisi Bagi Generasi Muda (Siswa SMA/SMK/MA). (Foto: Wahyu/Bantennews.co.id)

SERANG – Kantor Bahasa Provinsi Banten kembali menggelar acara Bengkel Alih Wahana Sastra Musikalisasi Puisi Bagi Generasi Muda (Siswa SMA/SMK/MA). Kegiatan kali ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 19 Mei 2022 di Aula SMK PGRI 1 Balaraja Kabupaten Tangerang, Banten.

Kegiatan berlangsung hibrid antara peserta daring dan peserta luring dengan jumlah peserta 21 grup terdiri dari peserta daring 10 grup dan luring 11 grup. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh tiga narasumber.

“Musikalisasi puisi merupakan salah satu wahana untuk mendekatkan sastra kepada generasi muda. Musik seperti kita ketahui merupakan bahasa universal dan sangat diterima di kalangan remaja. Untuk itu musikalisasi puisi mencoba menggabungkan antara sastra dan musik kepada siswa,” ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Halimi Hadibrata didampingi penanggung jawab kegiatan, Dodi Kristianto, Kamis (19/5/2022).

Di hari pertama, siswa mendapat bimbingan dari Firman Hadiansyah selaku dosen yang mengampu mata kuliah musikalisasi puisi di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Firman mengajak siswa untuk mengenali musikalisasi dan ragamnya. Salah satunya musikalisasi puisi digital dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam penyajiannya. Hal itu untuk menambah wawasan siswa terkait persiapan lomba musikalisasi yang dihelat dengan daring dalam bentuk video. Kondisi pandemi menjadi alasan lomba musikalisasi tidak lagi menggunakan model luring.

Di hari kedua, Wahyu Arya mengajak siswa untuk lebih menghayati dan menangkap makna puisi berdasarkan pengalaman membaca. Mula-mula siswa memberikan tanggapan mengenai ‘apa itu puisi’ dan mendefinisikan secara bersama-sama berdasarkan pengalaman siswa selama belajar sastra dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Kemudian Wahyu mengajak siswa memahami bahasa puisi, logika bahasa, dan makna instrinsik puisi. Siswa menyimpulkan dan memberikan penafsiran tentang puisi berdasarkan penalaran dan penghayatan masing-masing.

Materi berikutnya disampaikan oleh Angga. Musisi muda berbakat yang banyak meraih juara dalam festival musik ini menceritakan pengalamannya sekaligus mendadar dasar-dasar bermusik kepada siswa. Angga juga mengajak siswa mengeksplorasi nada yang tidak umum untuk mencapai nuansa yang pas dengan puisi yang dipilih untuk diaransemen siswa.

Di hari ketiga, masing-masing grup menampilkan hasil karyanya. Para narasumber memberikan apresiasi dan tanggapan serta saran kepada siswa. (You/Red)