Beranda Pemerintahan Kampung Sengkol Tangsel Rawan Longsor, Warga Minta Pemkot Bangun Saluran Air

Kampung Sengkol Tangsel Rawan Longsor, Warga Minta Pemkot Bangun Saluran Air

29
0
Kampung Sengkol RT.04, RW.02, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) - ( foto Ihya Ulummudin/BantenNews.co.id)

TANGSEL – Kampung Sengkol RT.04, RW.02, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berada pada zona merah longsor.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Tanggap Darurat dari BPBD Tangsel, Ade Wahyudi usia meninjau lokasi bencana longsor di Kademangan, Kecamatan Setu.

Pantauan di lapangan, lokasi tersebut sudah terjadi longsor pada Senin (2/12/2019) kemarin berbarengan dengan longsor yang terjadi di Kampung Kademangan yang menimpa seorang ibu-ibu hingga meninggal.

Slamet Suryadi warga setempat yang juga RT.04 mengungkapkan, longsor di tempatnya itu berbarengan dengan yang di Kademangan, hanya saja, kata dia, kalau yang di Sengkol tidak sampai ada korban, melainkan hanya dapur rumah yang terkena timbunan longsor.

“Kalau longsor di sini itu diakibatkan oleh saluran air yang ujungnya itu mengalir ke situ semua, jadi karena gak kuat tanahnya maka ambles. Karena kan posisi tanahnya itu jurang,” ungkap Slamet di kediamannya, Rabu (4/12/2019).

Menurut Slamet, sekitar 2 tahun lalu lokasi tersebut tidak ada penduduk, makannya, kata dia, air yang dari atas mengalir atau dibuang ke lokasi itu.

“Sekarang mah sudah ada penduduk, ada 4 rumah dan 5 KK (kepala keluarga) di situ. Mereka menempatinya 1 tahun juga kurang. Ya sekitar 8 bulan lalu lah,” paparnya.

Slamet meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel agar dibangun saluran air yang pembuangan airnya diarahkan ke lahan kosong.

“Sebelumnya saya juga pernah mengajukan ke Pemkot Tangsel bahkan ke Provinsi Banten untuk di bangun saluran air itu, tapi ya gitu gak ada tanggapan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Slamet, lebih baik dibangun saluran air ketimbang turap, pasalnya kata dia, jika dibangun turap harus ada pembebasan lahan yang menakan waktu cukup lama.

“Lahan itu milik 7 orang yang bertempat tinggal ada yang di Puspitek, Pamulang, Muncul, dan lain-lain. Jadi kan kalau saluran air kita cuma memakan tanah sedikit. Tapi ya pengennya sih dibikin turap juga,” pungkasnya.

(Ihy/Red)