Beranda Peristiwa Kala Helm Baja Berganti Handuk Salon: Kisah Jenaka Damkar Kota Serang

Kala Helm Baja Berganti Handuk Salon: Kisah Jenaka Damkar Kota Serang

Petugas Damkar Kota Serang mendapatkan hadiah creambat gratisa usai membuka pintu salon. (Istimewa)

Hujan menderas di Jalan KH Abdul Hadi, Kebon Jahe, Kamis (5/3/2026) pagi itu. Sepuluh petugas Damkar Kota Serang tiba dengan seragam lengkap, siap menghadapi kemungkinan terburuk di balik pintu terkunci Salon Flow Serang yang tak kunjung terbuka sejak pukul 07.00 WIB.

Ketegangan sempat menyelimuti lokasi. Kecurigaan para karyawan memuncak setelah gedoran keras hingga kayu yang dipukulkan ke pintu tak membuahkan hasil hingga pukul 11.00 WIB.

Namun, saat pintu akhirnya terbuka, bukan situasi darurat yang mereka temui, melainkan raut wajah penjaga toko yang masih terlelap dalam “tidur mati” karena kesiangan.

“Ternyata ada orangnya di dalam, penjaganya ketiduran,” kenang Ferdi, salah satu petugas Damkar, sambil tertawa.

Melihat para petugas yang datang basah kuyup di bawah guyuran hujan hanya untuk sebuah “alarm bangun tidur” yang tak disengaja, Novita Sari, sang pemilik salon, merasa tak enak hati. Sebagai tanda terima kasih, ia menyodorkan tawaran yang tak pernah ada dalam buku panduan pemadam kebakaran: creambath, serta perawatan manicure dan pedicure gratis.

Awalnya, para “pendekar api” ini tersipu malu. Bagi mereka, salon adalah wilayah asing yang biasanya hanya mereka datangi saat mengantar istri.

Perlu bujukan ekstra dari staf salon hingga akhirnya sepuluh pria tangguh itu bersedia melepas helm baja mereka dan menggantinya dengan handuk kepala.

Suasana kaku perlahan cair. Jemari yang biasa mencengkeram selang air bertekanan tinggi kini merasakan lembutnya pijatan kream rambut dan perawatan kuku. Gelak tawa pun pecah memenuhi ruangan salon.

“Anggota pada senang, jarang-jarang bisa creambath. Biasanya cuma nganterin istri ke salon, sekarang malah kita yang dirawat,” ujar Ferdi sumringah.

Hari itu, di tengah penatnya tugas negara, sepuluh petugas Damkar Kota Serang pulang tidak hanya dengan rasa aman yang terjaga, tapi juga dengan rambut yang wangi dan hati yang jauh lebih ringan. Sebuah “hadiah” manis untuk ketulusan yang melampaui tugas pemadaman.

Baca Juga :  Rumah di  Taman Banten Lestari Terbakar Akibat Lilin

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd