Beranda Sosok Kakek Asmani, Pahlawan Penambal Jalan Rusak Berpulang

Kakek Asmani, Pahlawan Penambal Jalan Rusak Berpulang

2273
0
Kakek Asmani (Istimewa).

SERANG – Kabar duka datang dari Kakek Amani (79) warga Kampung Pariuk Desa SInga Merta, Kabupaten Serang, Banten. Kakek penambal jalan berlubang itu berpulang ke haribaan Tuhan, Selasa (11/12/2018) siang tadi.

Kakek Asmani meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit komplikasi yang sudah lama dideritanya. Setelah divonis dokter mengalami stroke dan gagal ginjal, Asmani tidak lagi sanggup menjalankan aktivitasnya menambal jalan berlubang.

Cangkul dan pengki yang biasa menemani Asmani kini tak bertuan, sementara jalan masih berlubang luput dari perhatian pemerintah daerah. Semasa hidup, Kakek Asmani masih semangat meski tertatih dengan tubuhnya yang sudah bongkok menambal semua lubang di jalanan Desa Singamerta.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun, pejuang penambal jalan di Kecamatan Ciruas meninggal dunia,” pesan singkat Drajat, warga Kabupaten Serang, Selasa (11/12/2018). Kakek Asmani telah dimakamkan tak jauh dari kediamannya.

Mendiang Kekek Asmani menambal sepanjang jalan yang rusak di Kampungnya dengan cara mengumpulkan bebatuan dari hasil sisa-sisa bangunan rumah atau mencangkul tanah. “Saya nambal jalan pake batu sama tanah. Saya menambal jalan yang rusak secara sukarela aja, biar ngga menimbulkan kecelakaan bagi pengendara motor,” kata Asmani, saat ditemui di lokasi Rabu (14/2/2018) silam.

Asmani yang tidak memiliki istri dan anak ini tinggal di rumah adik kandungnya Amsiah (78). Menurut Amsiah, kakaknya itu menambal jalan rusak setiap hari dan dilakukan sejak lima tahun lalu.

“Kurang lebih 15 tahun Kang Asmani tinggal di rumah saya. Kang Asmani benerin jalan di kampung ini setiap hari dan sudah hampir 5 tahun. Alasannya agar enggak menimbulkan kecelakan bagi pengendara motor karena jalan yang rusak,” ujar Masiah, ditemui di kediamannya.

Di lokasi sama, Maman, warga Kampung Priuk mengatakan, Kakek Asmani melakukan itu secara sukarela karena peduli dan itu dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore.

“Mbah (Kakek-red) Asmani nambal jalan dari pagi hingga sore, dari ujung jalan (Desa Sebelah) sampai Desa Singamerta yang ia tambal. Ia istirahat ketika siang hari karena kadang cuaca yang panas,” tutur nya. (You/Red)