Beranda Hukum Kakak Korban Tak Sangka Suami Tega Aniaya hingga Membunuh Istri di Serang

Kakak Korban Tak Sangka Suami Tega Aniaya hingga Membunuh Istri di Serang

Korban tewas akibat cekcok suami istri di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang -foto istimewa

KAB. SERANG – Suasana duka dan langit mendung menyelimuti rumah SP (25), istri yang dianiaya oleh suaminya hingga meninggal di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Korban dimakamkan di sebuah pemakaman keluarga yang letaknya tak jauh dari rumahnya sekira pukul 10.00 WIB pada Senin (25/7/2022).

Pantauan BantenNews.co.id di lokasi pada Senin (25/7/2022), tampak tenda berwarna biru, kursi dengan warna senada berjejer di halaman serta garis polisi yang melintang. Keluarga serta tamu pun datang silih berganti untuk melayat.

Suasana di Rumah Duka, SP (25) Korban Penganiayaan hingga Meninggal yang berada di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang pada Senin (25/7/2022). Foto: Nindia/BantenNews.co.id

Korban merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara ini meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk yang dihujani oleh sang suami, Naisan (27) pada Minggu (24/7/2022).

Ada sebanyak 6 luka tusukan di punggung, 1 tusukan di dada sebelah kiri dan luka sayatan di pergelangan tangan kanan kiri korban.

Kakak tertua korban, Romi mengaku tak pernah menaruh curiga dengan sikap Naisan maupun adiknya. Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri yang harmonis.

Dari pernikahan pelaku dan korban pada sekitar 7 tahun silam, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki. Pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik peleburan baja itu dikenal keluarga SP sebagai sosok yang tenang dan pendiam.

Menurut Romi, insiden nahas itu diketahui dari warga berinisial U yang kebetulan melintas di dekat rumah korban dan melihat anak korban sedang menangis kencang sekira pukul 16.00 WIB.

“Ditemuin udah enggak ada (meninggal) sama yang lewat. Enggak ada kedengaran cekcok. Ketahuannya itu warga lewat sini, anaknya (anak korban) nangis. Anaknya pas kejadian ada di sini. Ngelihat ibunya jatuh mungkin ya, namanya juga anak kecil nangis jadi dia keluar minta tolong ke tetangga, datanglah itu ke sini. Ya namanya warga melihat itu kan grogi,” ujar Romi kepada BantenNews.co.id ketika ditemui di rumah duka pada Senin (25/7/2022) sekira pukul 14.17 WIB.

Dirinya setelah dikabari bahwa adiknya sudah dalam keadaan meninggal langsung menuju lokasi kejadian.

“Saya di bel (ditelepon) sore-sore, saya langsung ke RS Bhayangkara dari situ ke Polres saya melapor,” kata Romi.

Pihak keluarga, kata Romi, tidak ada yang mengetahui penyebab persis atas kejadian yang menimpa rumah tangga adiknya. Bahkan seminggu sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku beserta korban dan anaknya sempat menginap di rumah Romi yang terletak di Rangkasbitung.

“Enggak ada curiga. Karena kemarin (sekira seminggu yang lalu) kan habis dari rumah saya kunjungan. Dia (korban) nginap 3 hari, saya tanya kok tumben nginap lama, jawabnya enggak ada apa-apa. Ke situ sama suaminya, nginap sama suaminya. Pas hari Minggu (17/7/2022) dia pulang,” cerita Romi.

“Makanya pihak keluarga juga heran sampai kejadian seperti itu kenapa. Karena posisinya (saat kejadian) lagi enggak ada orang sepi,” imbuh Romi.

Sementara itu terkait kondisi anak korban dan pelaku, Romi menyebutkan saat ini dalam keadaan sehat. Dirinya pun berencana akan mengasuh anak semata wayang dari adiknya itu.

“Alhamdulillah anaknya sehat-sehat aja. Mungkin setelah beres 7 hari saya bawa langsung ke Rangkas,” kata Romi. (Nin/Red)