Beranda Pendidikan Kadindikbud Serang Ngamuk di SDN Cilampang, Sapu Sampah Sendiri dan Ancam Copot...

Kadindikbud Serang Ngamuk di SDN Cilampang, Sapu Sampah Sendiri dan Ancam Copot Kepsek

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri dibuat geram saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kamis (11/6/2026).

SERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri dibuat geram saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kamis (11/6/2026). Kondisi sekolah yang dipenuhi sampah, saluran drainase tersumbat, hingga toilet yang kotor membuat Ahmad Nuri turun tangan langsung membersihkan lingkungan sekolah.

Sidak dilakukan setelah Dindikbud menerima banyak laporan dari wali murid yang mengeluhkan kondisi sekolah. Laporan tersebut disertai foto dan video yang menunjukkan tumpukan sampah di berbagai sudut sekolah.

Namun saat tiba di lokasi, Ahmad Nuri menduga informasi kedatangannya sudah bocor. Ia menemukan sebagian sampah telah dibersihkan dan diangkut sesaat sebelum sidak berlangsung.

“Saya tahu sekolah ini sudah dibersihkan karena informasinya bocor. Sebelumnya banyak laporan masuk ke handphone saya berupa foto dan video kondisi sekolah yang jauh lebih kotor,” kata Ahmad Nuri.

Meski demikian, sejumlah persoalan masih terlihat jelas. Drainase sekolah dipenuhi sampah plastik, beberapa ruang kelas tidak tertata, sementara kondisi toilet dinilai tidak layak.

Kesal melihat kondisi tersebut, Ahmad Nuri melontarkan teguran keras kepada pihak sekolah. Menurutnya, buruknya kebersihan lingkungan sekolah menunjukkan lemahnya pengawasan dan pengelolaan oleh pihak sekolah.

“Ini lembaga pendidikan. Harusnya menjadi tempat yang bersih dan nyaman. Kalau melihat kondisi seperti ini, saya kecewa,” ujarnya.

Di tengah sidak, Ahmad Nuri bahkan terlihat memungut dan menyapu sampah yang masih berserakan. Ia juga merapikan sejumlah barang dan hasil karya siswa yang dinilai tidak tertata.

Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan semata soal sampah, melainkan menyangkut kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola lingkungan pendidikan.

Ahmad Nuri memastikan kepala sekolah dan para guru akan dipanggil untuk menjalani pembinaan. Ia juga memberi peringatan keras bahwa jabatan kepala sekolah akan dievaluasi apabila tidak ada perubahan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Motor Literasi Mendirikan Taman Bacaan di Sawarna

“Minggu depan kami lihat progresnya. Kalau masih seperti ini, akan ada peringatan. Kalau tetap tidak berubah, kepala sekolah bisa diganti,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kepala sekolah yang bersangkutan sebelumnya pernah mendapat sorotan serupa saat bertugas di sekolah lain terkait persoalan kebersihan lingkungan sekolah.

“Benar apa yang disampaikan masyarakat. Sampah menumpuk dan baru diangkut sekitar setengah jam sebelum kami datang. Kalau melihat kondisi yang ada, ini seperti bukan lingkungan sekolah,” katanya.

Dindikbud Kota Serang berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala sekolah dengan sejumlah indikator, termasuk kebersihan lingkungan dan tata kelola sekolah.

Kasus SDN Cilampang, menurut Ahmad Nuri, menjadi peringatan bagi seluruh sekolah di Kota Serang agar tidak mengabaikan kebersihan lingkungan belajar yang menjadi kebutuhan dasar siswa selama menjalani proses pendidikan.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo