
SERANG — Warga kembali melaporkan insiden nyaris celaka di Jembatan Peng, penghubung Desa Lontar dan Desa Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Kondisi jembatan yang rusak disebut kerap memicu kecelakaan.
Seorang warga, Payumi, mengatakan peristiwa terbaru terjadi pada Kamis (23/4/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan hampir terjatuh saat melintasi jembatan tersebut.
“Tadi malam ada warga berboncengan hampir jatuh. Motornya rusak, tapi tetap melanjutkan perjalanan. Hampir setiap minggu ada kejadian,” ujar Payumi.
Menurutnya, kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama. Warga bersama pemerintah desa dan Kecamatan Tirtayasa bahkan telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang sejak 2024.
Saat itu, perbaikan disebut akan dianggarkan pada 2025. Namun rencana tersebut batal akibat kebijakan efisiensi anggaran pada tahun tersebut.
Payumi menambahkan, usulan pembangunan kembali diajukan oleh anggota DPRD Kabupaten Serang pada 2025 dan disebut akan masuk dalam anggaran 2026.
“Katanya dewan akan mendorong agar dianggarkan lagi pada 2026, bahkan sempat disebut bulan Juni setelah sempat viral,” katanya.
Ia menilai kondisi jembatan kini semakin mengkhawatirkan. Selain permukaan yang rusak, pondasi jembatan juga disebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga membahayakan keselamatan pengguna.
Warga juga telah mengajukan permohonan audiensi kepada Bupati Serang untuk meminta penanganan segera, namun hingga kini belum mendapat tanggapan. Meski berbahaya, jembatan tersebut tidak dapat ditutup karena menjadi akses utama aktivitas warga.
Jalur itu digunakan untuk mobilitas ekonomi, termasuk distribusi hasil tambak dan akses menuju lokasi pelelangan.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat guna mencegah jatuhnya korban.
“Kami minta Bupati mengambil tindakan diskresi. Takut ada korban lagi, siapa yang bertanggung jawab,” pungkasnya.
Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo