Beranda Pemerintahan Jembatan Gantung Ambruk di Lebak, DPRD Banten Desak Perbaikan Segera

Jembatan Gantung Ambruk di Lebak, DPRD Banten Desak Perbaikan Segera

Warga saat mengevakuasi pelajar yang terjatuh dari jembatan. (Istimewa)

LEBAK – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, didampingi Kapolsek Wanasalam, meninjau langsung lokasi jembatan gantung yang ambruk pada Rabu (21/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan serta dampak yang ditimbulkan akibat ambruknya jembatan penghubung dua kecamatan tersebut.

Musa Weliansyah menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi bertujuan memastikan kondisi jembatan gantung yang ambruk dan mencari solusi percepatan penanganan.

“Sebenarnya jembatan gantung ini sudah diusulkan perbaikan sejak tahun 2019 lalu. Namun, ada kendala terkait pemilik lahan yang tidak mengizinkan dilakukan perbaikan,” ujar Musa saat dihubungi, Rabu (21/1/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi jembatan memang sudah lama rapuh. Bahkan, setiap kegiatan Musrenbang di Desa Senanghati, Kecamatan Malingping, maupun Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, usulan perbaikan jembatan tersebut selalu disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi.

“Dengan kondisi yang sudah rapuh itu, akhirnya terjadi insiden pelajar yang pulang dari sekolah mengalami kecelakaan di atas jembatan hingga terjatuh ke sungai,” katanya.

Musa menyebutkan, terdapat empat pelajar asal Desa Senanghati yang terjatuh ke sungai saat pulang dari sekolah di SMPN 3 Wanasalam.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, satu orang pelajar saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Malingping,” imbuhnya.

Setelah melakukan peninjauan, Musa langsung berkoordinasi dengan Bupati Lebak, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, serta Kepala Dinas PUPR. Ia juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Banten dan mendapatkan respons positif.

“Sesuai arahan Gubernur Banten, dalam waktu dekat Dinas PUPR Provinsi Banten akan meninjau lokasi untuk melakukan perhitungan teknis dan segera merealisasikan perbaikan, agar aktivitas masyarakat dan pelajar tidak terhambat,” jelasnya.

Ia menambahkan, ambruknya jembatan gantung tersebut sangat menghambat aktivitas warga di Desa Senanghati dan Desa Cilangkap. Pasalnya, warga terpaksa harus memutar melalui jalur yang cukup jauh.

Baca Juga :  Jembatan Palawad 2 di Larangan Kota Tangerang Segera Dibangun

“Untuk sementara, jembatan gantung ditutup sambil menunggu proses perbaikan dari pemerintah,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, jembatan gantung penghubung Kecamatan Malingping dan Kecamatan Wanasalam ambruk pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah pelajar tercebur ke sungai.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo