Beranda Pemerintahan Jelang Peringatan 3 Tahun Kepemimpinan Syafrudin-Subadri, Mahasiswa Gelar Sayembara Online

Jelang Peringatan 3 Tahun Kepemimpinan Syafrudin-Subadri, Mahasiswa Gelar Sayembara Online

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang menetapkan Syafrudin-Subadri Usuludin atau pasangan calon (Paslon) No urut 3 sebagai Walikota Serang dan Wakil Walikota Serang setelah memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang

SERANG – Menjelang peringatan tiga tahun kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Serang Syafrudin-Subadri, Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Serang menggelar sayembara online mencari ‘surat cinta’ dari masyarakat.

Sayembara surat cinta tersebut dilakukan untuk mencari kritik yang dilayangkan oleh masyarakat, terkait dengan tiga tahun kepemimpinan Syafrudin-Subadri.

Berdasarkan pamflet yang beredar, diketahui bahwa sayembara tersebut pun dibubuhi oleh hadiah senilai Rp300 ribu, bagi tiga peserta yang surat cintanya dinilai terbaik. Surat cinta itu pun disebut akan dibacakan saat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh HMI MPO Cabang Serang memperingati tiga tahun kepemimpinan duet Aje Kendor.

Formatur Ketua HMI MPO Cabang Serang, Irkham Magfuri Jamas, mengatakan bahwa sayembara online tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas kondisi yang terjadi di Kota Serang, khususnya di bawah kepemimpinan Syafrudin-Subadri.

“Rezim Aje Kendor yang kemudian dijadikan jargon rezim ini terlihat tidak selaras dengan yang digaungkan. Kami pun banyak mendengar keluh kesah dan kami yakini masih banyak lagi yang memendam unek-unek dan ingin menyampaikan aspirasinya tapi masih takut,” ujarnya, Rabu (1/12/2021).

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya pun menggelar sayembara online guna mengakomodir berbagai keluh kesah yang ingin disampaikan oleh masyarakat Kota Serang. Hal itu juga sebagai bentuk implementasi kebebasan menyampaikan aspirasi bagi masyarakat.

“Kami membuka ruang-ruang untuk publik dengan cara intelektual, dimana sayembara ini merupakan bentuk kritik sebagai bentuk kebebasan menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Ia pun menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bertujuan untuk mengurai masalah, kendati tidak dibarengi dengan solusi dari yang mengkritik. Sebab menurutnya, mencari solusi merupakan tugas dari pemerintah.

“Kalau pun ada solusi, ya itu bonus. Sehingga diharapkan akan banyak suara yang muncul dan dapat didengar oleh Pemkot sehingga terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT,” ucapnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Ja’far Shodiq, menambahkan bahwa sayembara online yang dilakukan pihaknya merupakan implementasi gerakan inklusif, dengan melibatkan masyarakat dalam menyampaikan berbagai isu dan permasalahan yang masyarakat rasakan.

“Sayembara ini kami lakukan sebagai bentuk inklusifitas gerakan dengan masyarakat umum, sehingga masyarakat juga turut melakukan kritik secara objektif, dimana mereka sendiri yang merasakan kekurangan-kekurangan selama kepemimpinan Aje Kendor,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk menstimulus keinginan masyarakat agar berani menyampaikan aspirasi mereka, pihaknya pun mempersiapkan hadiah bagi partisipan terbaik. Kendati diakui olehnya, hadiah yang diberikan tidak seberapa.

“Hadiah diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat karena telah berani dan turut menjaga keseimbangan demokrasi sebagai kebebasan berpendapat di muka umum,” ucapnya.

Maka dari itu, ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Serang, agar mau lantang menyampaikan aspirasi mereka melalui sayembara tersebut. Terlebih, surat cinta yang dibuat oleh masyarakat pun akan disampaikan secara langsung dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pihaknya.

“Ini menjadi momentum dan wadah bagi masyarakat umum mengekspresikan cintanya dengan tulisan cinta seromantis mungkin terhadap walikotanya,” ucap Formatur Ketua HMI MPO UIN Banten itu.

(Dhe/Red)