
KAB. SERANG – Jelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang menggandeng Badan Meteoroligu, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BPBD, Diskominfo dan PHRI.
Hal itu dilakukan untuk mencegah informasi-informasi yang menjurus pada berita bohong atau hoaks.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, menghadapi libur nataru upaya yang dilakukannya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak BMKG, pemantau GAK melalui PVMBG, BPBD, Diskominfo dan PHRI dan lainnya.
”Ini untuk mencegah informasi-informasi yang selama ini beredar, karena akhir tahun itu biasa berita-berita hoax yang bahkan mungkin gambar-gambar atau bencana-bencana dua tahun lalu di tempat lain bisa ditempelkan, itu berita-berita yang tidak benar,” kata Anas, Jumat (5/12/2025).
Anas juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mencerna informasi-infotmasi yang beredar.
”Mudah-mudahan sekarang kita harus lebih bijak, lebih pintar lagi dalam menggunakan media sosial, sehingga apapun berita tentang Anyar sebetulnya perlu dicek dulu kebenarannya,” ucapnya.
Adapun, lanjut Anas, upaya yang dilakukan guna memberikan keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Ia mengaku, baik BPBD, BMKG pun sudah menyampaikan informasi terkini terkait cuaca.
”BPBD juga mereka sudah menyiapkan jalur-jalur yang aman, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga benar-benar Pantai Anyar dan Cinangka itu aman dan nyaman untuk dikunjungi,” tandasnya.
Sementara BMKG Maritim Merak memprediksi, untuk pesisir Pantai di Kecamatan Anyar dan Cinangka cenderung lebih aman dari bencana menjelang libur nataru. Meski potensi pada musim penghujan saat ini terjadi bencana banjir dan longsor.
“Saat ini sudah masuk ke musim hujan, tetapi puncaknya itu ada di bulan Januari dan Februari untuk musim hujan itu sendiri. Jadi untuk cuaca sendiri masih tergolong normal, normalnya yang musim hujan dan kondisi cuaca lain-lainnya mungkin bisa di-update dari BMKG,” ujar Kepala kelompok kerja data dan informasi, BMKG Maritim Merak, Trian Asmarahadi.
Terkait potensi-potensi bencana, Trian memprediksi, potensi bencana pada musim penghujan biasanya terjadinya bencana banjir dan longsor.
”Tapi di Kabupaten Serang khususnya di Pesisir (Pantai) Anyar dan lain-lainnya cenderung lebih aman,” ucapnya.
Sedangkan untuk kondisi gelombang, Trian juga memprediksi akan terjadi kenaikan gelombang terutama pada musim penghujan terlebih curah hujan yang meningkat.
”Tetapi masih dalam kategori normal, apabila misalnya ada peningkatan tinggi gelombang atau ada kategori-kategori yang tidak aman, pasti BMKG akan menginformasikan kepada dinas pariwisata atau stakeholder-stakeholder di pesisir,” katanya.
Oleh karenanya, Trian mengimbau kepada masyarakat terutama pada saat libur nataru untuk mendapatkan informasi benar-benar dari BMKG. Namun, apabila mendapat informasi dari media sosial agar bisa di kroscek kembali ke validannya.
“Jangan sampai kemakan berita hoax, atau mungkin berita-berita bencana di bukan wilayah kita sendiri, atau bukan di waktu itu,” terangnya.
“Akhir tahun pasti akan beredar berita-berita hoax terkait video dan lain-lain, diimbau masyarakat agar tetap mengambil informasi dari BMKG atau pemerintah daerah setempat. Masyarakat juga diimbau juga untuk tidak terlalu panik apabila ada informasi-informasi yang bersifat negatif,” tambahnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah