Beranda Pemerintahan Jelang HUT RI, Rohman Belum Merasa Merdeka Tinggal di Gubuk Reot

Jelang HUT RI, Rohman Belum Merasa Merdeka Tinggal di Gubuk Reot

Pasangan keluarga kurang mampu, Rohman (35) dan Misnah (30), warga Kampung Cibuah Jami, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak ini masih menetap di rumah tidak layak huni (RTLH) yang nyaris roboh. (Foto: Ali/bantennews.co.id)

LEBAK – 73 tahun sudah Negara Republik Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan, akan tetapi momen kebebasan dan kemerdekaan itu belum sepenuhnya dirasakan oleh Rohman dan keluarganya.

Pasangan keluarga kurang mampu, Rohman (35) dan Misnah (30), warga Kampung Cibuah Jami, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak ini masih menetap di rumah tidak layak huni (RTLH) yang nyaris roboh. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-73, belum ada tanda-tanda keluarga bisa terlindung dari musibah ambruknya rumah reot tersebut.

Bangunan rumah yang terbuat dari bilik itu sudah lapuk dan keropos akibat diterpa musim. Bentuk rumah tidak lagi simetris. Bagian kiri rumah terlihat miring akibat kayu penahan dinding bengkok nyaris patah. Sementara pada bagian atap, bambu yang menahan genting juga tampak lapuk berjelaga. Bocor jadi pemandangam biasa tiap kali hujan tiba.

“Sudah 10 tahun saya tinggal di sini bersama istri dan mertua serta kedua anak saya,” kata Rohman kepada BantenNews.co.id. Saat ditemui di rumahnya, Kamis (16/8/2018).

Rohman, yang kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh tani dan kuli serabutan, mengaku kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Penghasilannya hanya cukup untuk mengganjal perut. Rumah layak huni cuma mimpi untuk Rohman yang seringkali pulang dengan tangan hampa.

Meski rumahnya nyaris roboh, ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar keluarganya selamat dari musibah. “Sebenarnya, sudah lama kami ingin memperbaiki rumah. Tapi tak ada biaya. Sebagai buruh tani dan kuli penghasilan tidak menentu, sehari paling dapat uang 20 sampai 25 ribu. Kadang dapat kadang tidak,” ungkapnya pedih.

Misnah, istri Rohman mengaku kerap khawatir tetutama ketika hujan disertai angin kencang datang. Ibu rumah tangga itu cuma bisa berdoa supaya rumahnya tidak roboh.

“Saya takut kang kalau ada hujan atau angin besar, air masuk ke dalam rumah. Apalagi kalau ada angin besar takut rumahna roboh,” tutur Misnah.

Sementara itu, Heri Juheri tokoh masyarakat setempat berharap pemerintah tanggap terhadap warganya. “Kan banyak program-program dari pemerintah baik pusat atau pun daerah untuk menanggulangi orang-orang seperti Rohman. Saya kasian lihatnya. Tolonglah kepada pemerintah atau lembaga-lembaga sosial lainnya dapat membantu keluarga Rohman,” kata Heri. (Tra/Ali/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News

Dukung BantenNews.co.id untuk terus menyajikan jurnalistik yang independen. Klik disini