Beranda Peristiwa Jelang Hari Raya Nyepi, Ribuan Umat Hindu Banten Gelar Ritual Melasti

Jelang Hari Raya Nyepi, Ribuan Umat Hindu Banten Gelar Ritual Melasti

427
0
Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, ribuan umat Hindu Provinsi Banten menggelar upacara Melasti di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang

SERANG – Empat hari menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, ribuan umat Hindu Provinsi Banten menggelar upacara Melasti di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Minggu (3/3/2019).

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten Ida Bagus Alit Wiratmaja mengatakan upacara Melasti merupakan satu dari rangkaian upacara dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada 7 Maret 2019.

Total ada 6 rangkaian upacara, di antaranya Melasti, Tawur Agung, Ngembak Geni atau sukuran usai melaksanakan Nyepi.

“Upacara simbolisasi dari apa yang diajarkan dalam Hindu bahwa melasti itu mela dan asti. Mela itu kekotoran dan asti itu menganyutkan, artinya menghanyutkan kekotoran yang ada di diri kita buang ke laut,” ujarnya usai upacara melasti.

Upacara ini dilaksanakan dengan ritual Hindu Bali dan Ritual Majapahit, dalam hal ini Ida mengharapkan melalui perayaan nyepi ini kita tingkatkan toleransi kehidupan beragama khususnya di Provinsi Banten.

“Ini makna bagaimana dengan toleransi kami menjaga keutuhan NKRI melalui kegiatan keumatan yang kita laksanakan, apa lagi saat ini menjelang Pemilu 17 April 2019. Harapannya umat Hindu bisa menjaga toleransi kita menjaga keutuhan umat kedamaian dan keamanan untuk menyukseskan pemilu serentak,” ujarnya

Kemudian pihaknya juga mengharapkan umat Hindu di Provinsi Banten agar tidak menyebarkan dan tidak mudah percaya dengan berita hoax (informasi palsu) pemilu 2019.

“Dalam pemilu ini banyak berita hoax, kita imbau umat Hindu jangan percaya sama berita bohong dan jangan menyebarkan berita bohong mari kedepankan kebenaran, karena berita hoax bisa memecah belah bangsa,” ucapnya.

Dikatakan Ida, siapapun yang menjadi pemimpin bangsa ini, ia berharap NKRI semakin kukuh dan kuat. Pemimpin harus mampu menjaga bangsa lebih rukun dan damai.

“Menjaga Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan bhineka tunggal Ika ini kuncinya sehingga kita tetap bersatu dalam perbedaan agama bersatu sebagai bangsa yang besar,” ujarnya.

Tujuan yang terpenting dalam upacara Melasti ini untuk menuntun umat Hindu agar menghilangkan sifat merusak alam lingkungan dan menghilangkan sifat manusia yang merusak alam, seperti air, tanah dan udara.

“Kami mengajak untuk melestarikan alam agar bisa di nikmati semua umat manusia,” ucapnya. (Dhe/Red)