Beranda Pemerintahan Jauh Dari Target, Aktivasi IKD di Kabupaten Serang Minim

Jauh Dari Target, Aktivasi IKD di Kabupaten Serang Minim

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Warnerry Putri dalam sebuah acara. (Istimewa)

KAB. SERANG – Capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Serang masih minim. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang mencatat aktivasi IKD baru mencapai 6 persen dari sekitar 1,3 juta penduduk yang masuk dalam rekapitulasi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Putri mengakui, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital menjadi salah satu kendala percepatan aktivasi IKD. Selain itu, sebagian masyarakat belum terbiasa menggunakan layanan administrasi berbasis digital.

“Karena masyarakat kita belum percaya sama digitalisasi. Terus masyarakat kita juga masih keterdesaan,” kata perempuan yang akrab disapa Nerry, Jumat (9/10/2026).

Meski begitu, lanjut Nerry, Disdukcapil kini mempercepat aktivasi IKD untuk mendukung digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos), termasuk penyaluran bantuan sosial berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Untuk mengejar target tersebut, Disdukcapil Kabupaten Serang menggelar koordinasi lintas sektor dengan melibatkan kepolisian dan TNI. Nerry mengatakan, pihaknya juga mendorong masyarakat ikut membantu warga lain mengaktifkan IKD melalui skema agen perlinsos.

Menurutnya, masyarakat dapat berperan sebagai agen untuk membantu warga mengakses layanan digital, termasuk mereka yang kesulitan melakukan aktivasi secara mandiri.

“Makanya kita mendorong semua menjadi agen. Masyarakat harus mengaktivasi IKD dan bisa membantu sesama,” ujarnya.

Nerry menjelaskan, warga dapat mengaktifkan IKD dengan mendatangi kantor Disdukcapil atau unit pelaksana teknis (UPT) setempat. Warga perlu membawa telepon seluler yang kompatibel dengan aplikasi IKD.

Namun, warga yang tidak memiliki telepon seluler atau menggunakan perangkat yang tidak mendukung aplikasi tersebut masih menghadapi kendala untuk melakukan aktivasi secara mandiri.

Disdukcapil pun mendorong keterlibatan masyarakat sebagai agen perlinsos agar warga yang kesulitan menggunakan perangkat digital tetap memperoleh pendampingan.

Baca Juga :  Taman Baca Diharapkan Bisa Latih Kemampuan Berpikir Warga Tangsel

Meski sudah menggandeng berbagai unsur, Disdukcapil belum mematok angka target aktivasi IKD yang terukur untuk tahun ini. Nerry hanya menyebut pihaknya ingin meningkatkan capaian sebanyak-banyaknya.

“Targetnya sebanyak-banyaknya,” katanya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah