Beranda Sosial dan Budaya Jarang Disorot, Ini 5 Keistimewaan Candi Mendut yang Jadi Lokasi Awal Perayaan...

Jarang Disorot, Ini 5 Keistimewaan Candi Mendut yang Jadi Lokasi Awal Perayaan Waisak

Candi Mendut. (Gunawan Kartapranata/Wikipedia)

SERANG – Hari Raya Waisak 2023 di Candi Borobudur kali ini cukup istimewa, karena diikuti oleh para biksu dari mancanegara yang berhasil melakukan ritual thudong yakni berjalan kaki dari Thailand ke Magelang, Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur pada 4 Juni 2023 diumumkan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi yang mengatakan acara diawali kirab waisak Candi Mendut ke Candi Borobudur, detik-detik waisak, pradaksina Candi Borobudur, dan pelepasan lampion waisak.

Kirab waisak adalah salah satu prosesi kebiasaan umat Buddha, berupa gerakan bersama dalam rangka meditasi alias meditasi berjalan. Sehingga saat berjalan umat Buddha diminta tetap fokus melatih kesadaran fisik dan pikiran agar tetap tenang dan seimbang.

Sementara itu, Candi Mendut yang menjadi lokasi kirab termasuk jarang diketahui banyak orang. Namun, rupanya Candi Mendut memiliki banyak keistimewaan. Berikut 5 keistimewaan Candi Mendut yang dikutip dari Suara.com pada Minggu (4/6/2023).

1. 3 Kilometer dari Candi Borobudur

Mengutip situs Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Candi Mendut terletak di Desa Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berjarak 38 kilometer dari Yogyakarta.

Candi Mendut hanya berjarak 3 km dari Candi Borobudur. Lantaran jaraknya yang dekat, candi ini dan Candi Pawon dianggap berkaitan erat dengan candi terbesar di Indonesia itu.

2. Tidak Tahu Kapan Dibangun

Meski Arkeolog J.G. de Casparis menduga Candi Mendut dibangung Raja Pertama Syailendra pada abad 824 masehi, namun hingga kini masih sebatas dugaan. Tetapi dugaan ini didasari isi Prasasti Karangtengah yang ditemukan pada 824 masehi, yang menyebutkan bahwa Raja Indra telah membuat bangunan suci bernama Wenuwana alias hutan bambu. Hasilnya Casparis mengartikan Wenuwana sebagai Candi Mendut.

3. Usianya Lebih Tua Dari Candi Borobudur

Candi Mendut meski berukuran lebih kecil, tetapi Candi Mendut diprediksi berusia lebih tua dari Candi Borobudur. Sebab hingga kini belum ditemukan atapnya setelah pertama kali ditemukan pada 1836.

Candi mendut berbentuk segi empat, dengan tinggi bangunan 26,40 meter. Tubuh Buddha di Candi ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 meter. Dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah.

4. Kisah Kuwera – Hariti

Relief Kuwera terpahat di dinding utara, relief Hariti terpahat di dinding selatan. Kuwera adalah seorang raksasa pemakan manusia yang bertobat setelah bertemu dengan Buddha. Ia berubah menjadi dewa kekayaan dan pelindung anak-anak.

Kuwera mempunyai seorang istri bernama Hariti, yang juga awalnya seorang raksasa pemakan manusia. Hariti juga bertobat setelah bertemu Buddha dan kemudian menjadi pelindung anak-anak.

5. Punya Struktur yang Kokoh

Mengutip situs Binus, Candi Mendut dibangun dari bahan batu bata dengan campuran batu andesit, sehingga terlihat sangat kokoh. Di dalamnya terdapat tiga buah arca Buddha serta sebuah patung Buddha Sakyamuni dengan posisi duduk.

(Red)

 

 

Dukung BantenNews.co.id untuk terus menyajikan jurnalistik yang independen. Klik disini