Beranda Peristiwa Jangan Panik! Jika Tersesat di Gunung, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Jangan Panik! Jika Tersesat di Gunung, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tim SAR Wanadri. (Foto: Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri memberikan beberapa tips kepada pendaki pemula saat akan melakukan pendakian bahkan saat tersesat di gunung.

Salah seorang anggota pencari dari Wanadri, Ahmad Faiki memaparkan, sebelum seorang pendaki melakukan pendakian yang harus mereka miliki adalah pengetahuan medan, punya keterampilan, fisik yang mendukung, serta peralatan yang memadai.

“Anggaplah mau naik Gunung Pulosari dia mau lewat mana terus kesulitannya seperti apa, vegestinya seperti apa, kira-kira kesulitan di sana seperti apa. Contoh sekarang musim hujan jadi alatnya mesti bawa jas hujan, perbekalannya yang cukup, jadi tidak hanya bisa mendaki saja. Terus harus sepengetahuan keluarga kalau mau ada kegiatan kaya gini (mendaki),” beber pria yang akrab disapa Black ini, Selasa (13/11/2018).

Selain peralatan yang sudah biasa dibawa seperti tenda, peralatan tambahan lain seperti kompas dan peta juga harus selalu dibawa. Sebab menurut Black, dari peta seorang pendaki bisa menentukan rute dakian mana yang akan ditempuh dan bisa memperkirakan medan mana yang paling gampang dilalui.

“Kami biasanya selalu membawa peta dan kompas, jadi kami rencanakan titik awalnya di mana, jalurnya seperti apa, jadi kebaca jalurnya landai atau terjal terus kita mau camping dimana itu kelihatan di peta. Misalnya ada truble di hutan kita tahu posisi kita ada dimana dan bisa keluar dari kesulitan itu,” katanya.

Jika dalam perjalanan seorang pendaki tersesat ia menyarankan jangan mengikuti aliran sungai. Bisa saja di aliran sungai itu ada air terjun dan tidak bisa dilalui oleh pendaki, ia lebih menyarankan agar pendaki kembali lagi ke puncak gunung dan mencari jalan setapak dan mengikuti jalan tersebut.

Jika pendaki sadar dirinya tersesat seharusnya dia meninggalkan patahan ranting dengan mematahkan beberapa ranting kecil menggunakan tangan, dan meninggalkan sayatan pada pohon. Tim pencari bisa membaca kapan jejak ini ditinggalkan. Selain itu api unggun juga bisa menjadi pertanda bagi tim pencari dimana posisi pendaki ini.

“Kalau untuk bertahan hidup kita harus punya pengetahuan apa saja yang bisa dimakan, terus bagaimana cara untuk mendapatkan makanan selain tumbuh-tumbuhan, misalnya kita ingin mendapatkan hewan kita harus tahu cara menjebaknya seperti apa,” pungkasnya. (Med/Red)