SERANG – Berbagai perlombaan menjadi salah satu tradisi yang selalu mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, di balik keseruan lomba 17 Agustus, peserta juga perlu memperhatikan kondisi tubuh agar tidak mengalami cedera.
Lomba seperti balap karung, tarik tambang, estafet, joget, hingga berbagai permainan yang membutuhkan gerakan cepat tetap melibatkan aktivitas fisik. Bagi peserta yang jarang berolahraga, aktivitas tersebut dapat memberikan beban yang cukup besar pada otot dan persendian.
Karena itu, pemanasan sebaiknya dilakukan sebelum mengikuti perlombaan.
Pemanasan membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sebelum melakukan aktivitas dengan intensitas lebih tinggi. Aktivitas ringan dapat meningkatkan suhu tubuh dan aliran darah menuju otot sehingga tubuh lebih siap bergerak. Mayo Clinic juga menyebut pemanasan dapat membantu mengurangi risiko cedera, meski pemanasan bukan jaminan seseorang terbebas dari cedera.
Kesalahan yang sering terjadi saat mengikuti lomba 17 Agustus adalah langsung melakukan gerakan dengan intensitas tinggi setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Misalnya, peserta balap karung langsung berlari dan melompat begitu perlombaan dimulai. Begitu pula peserta tarik tambang yang tiba-tiba memberikan tenaga maksimal tanpa mempersiapkan otot.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban pada otot, lutut, pergelangan kaki maupun bagian tubuh lainnya.
Pemanasan sebaiknya dimulai dengan aktivitas ringan, kemudian secara bertahap meningkatkan intensitas. Gerakan dinamis yang menyerupai aktivitas dalam perlombaan juga dapat digunakan untuk mempersiapkan tubuh.
Pemanasan sebelum lomba tidak harus dilakukan dengan latihan berat. Peserta dapat mengawalinya dengan berjalan atau jogging ringan, kemudian dilanjutkan gerakan dinamis.
Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain menggerakkan bahu, memutar lengan secara terkontrol, mengangkat lutut, melakukan lunges ringan, squat ringan atau gerakan kaki lainnya sesuai aktivitas yang akan dilakukan.
Untuk aktivitas fisik, Mayo Clinic merekomendasikan pemanasan dengan aktivitas ringan selama sekitar 5–10 menit sebelum melakukan peregangan atau aktivitas yang lebih berat.
Yang perlu diperhatikan, pemanasan berbeda dengan peregangan statis. Sebelum aktivitas yang membutuhkan gerakan cepat atau eksplosif, pemanasan dinamis lebih relevan untuk mempersiapkan tubuh dibandingkan hanya melakukan peregangan statis.
Peserta balap karung dapat mempersiapkan otot kaki dan pergelangan kaki dengan berjalan, jogging ringan serta gerakan kaki dinamis.
Peserta tarik tambang perlu memperhatikan bahu, lengan, punggung dan kaki. Gerakan ringan pada bagian-bagian tersebut dapat dilakukan sebelum pertandingan.
Sementara peserta lomba yang membutuhkan lari atau melompat sebaiknya melakukan pemanasan yang melibatkan otot kaki dan meningkatkan denyut jantung secara bertahap.
Panitia lomba juga dapat menyediakan waktu khusus untuk pemanasan bersama sebelum perlombaan dimulai. Langkah sederhana tersebut dapat membantu peserta mempersiapkan tubuh sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan tetap menjadi bagian penting dari kegiatan 17 Agustus.
Selain pemanasan, peserta perlu mengenali batas kemampuan tubuh. Jangan memaksakan diri apabila mengalami nyeri, pusing, sesak napas atau keluhan lain saat mengikuti perlombaan.
Peserta yang memiliki riwayat cedera atau kondisi kesehatan tertentu juga sebaiknya menyesuaikan aktivitas fisiknya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Lomba 17 Agustus pada dasarnya merupakan kegiatan untuk bersenang-senang dan mempererat kebersamaan. Karena itu, mengejar kemenangan seharusnya tidak mengalahkan aspek keselamatan.
Pemanasan beberapa menit sebelum lomba jauh lebih baik daripada harus menghabiskan waktu setelah lomba karena cedera. Dengan tubuh yang dipersiapkan dan perlombaan yang berlangsung aman, semangat kemerdekaan pun bisa dirayakan tanpa mengurangi keseruannya.
Tim Redaksi
