LEBAK – Warna merah putih mulai menghiasi sudut-sudut Kota Rangkasbitung. Di sepanjang ruas jalan, lapak-lapak sederhana kembali berdiri, dipenuhi bendera, umbul-umbul, hingga berbagai ornamen kemerdekaan.
Bagi sebagian orang, pemandangan itu menjadi penanda Agustus segera tiba. Namun bagi para pedagang musiman, setiap helai bendera yang berkibar membawa harapan akan rezeki yang lebih baik.
Sejak akhir Juli, para pedagang mulai membuka lapak lebih awal. Mereka percaya permintaan akan terus meningkat seiring mendekatnya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Salah satunya Endang. Di bawah terik matahari, ia menata satu per satu dagangannya dengan rapi. Aneka bendera Merah Putih, umbul-umbul, bendera latar, bendera klebet, embel-embel, hingga bendera plastik berjajar menunggu pembeli.
“Saya sengaja berjualan sebelum bulan Agustus hingga 17 Agustus,” kata Endang saat ditemui di lapaknya, Jumat (31/7/2026).
Setiap tahun, momen peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan bagi Endang untuk menambah penghasilan. Ia menawarkan berbagai atribut dengan harga yang menyesuaikan ukuran dan jenis produk, mulai Rp5 ribu hingga Rp300 ribu.
Menurutnya, pembeli memang belum ramai. Meski begitu, beberapa warga sudah mulai membeli bendera dan umbul-umbul untuk dipasang lebih awal.
“Pembeli sudah ada sih, tapi belum banyak. Mungkin memang belum waktunya. Ini kan masih bulan Juli, belum masuk Agustus,” ujarnya.
Bagi Endang, berjualan atribut kemerdekaan bukan sekadar mencari keuntungan. Ia ikut merasakan semangat masyarakat yang mulai bersiap menyambut bulan penuh nuansa patriotisme. Setiap bendera yang terjual menjadi simbol antusiasme warga dalam memeriahkan hari lahir bangsa.
Ia berharap suasana itu terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pembeli biasanya memadati lapak saat memasuki awal Agustus hingga menjelang upacara kemerdekaan.
“Semoga saja tahun ini dagangannya bisa laris,” ucapnya penuh harap.
Di tengah geliat persiapan menyambut HUT RI, para pedagang musiman seperti Endang menjadi bagian dari denyut perayaan kemerdekaan. Mereka bukan hanya menjual bendera, tetapi juga menghadirkan simbol kebanggaan nasional yang setiap tahun kembali berkibar di depan rumah, kantor, sekolah, hingga ruang-ruang publik.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
