Beranda Kesehatan Jangan Diabaikan, Gejala Gangguan Tidur Ini Harus Diwaspadai

Jangan Diabaikan, Gejala Gangguan Tidur Ini Harus Diwaspadai

95
0
Ilustrasi - foto istimewa hellosehat.com

Sebagian besar orang menganggap masalah tidur adalah keluhan ringan. Padahal, efeknya sangat buruk.

Mereka yang hanya tidur 2 hingga 4 jam setiap malam, bakal merasakan kelelahan luar biasa.

Tubuh terasa pegal keesokan harinya, sakit bahu, lelah luar biasa dan emosinya jadi lebih sensitif.

Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, sederet masalah kesehatan akan bermunculan.

” Gangguan tidur terjadi ketika seseorang memiliki masalah dalam kualitas tidur, waktu dan durasi dan hal ini terjadi setiap hari,” kata Chris Brantner, seorang dokter ahli masalah tidur dikutip dari dream.co.id.

Gejala seseorang yang mengalami masalah tidur biasanya terjadi ketika seseorang mulai sering melawan rasa kantuk. Mereka yang ingin terus terjaga akan langsung menyeduh kopi dan melakukan banyak hal untuk menghilangkan kantuk.

Alhasil, mereka menjadi kesulitan tidur saat tengah malam. Mata serasa susah terpenjam karena rasa kantuk sudah hilang.

” Dalam kondisi tersebut segala macam hal menjadi dipikirkan, mulai memegang ponsel dan mencari aktivitas agar bisa terlelap dan tak berhasil,” ungkap Brantner.

Tubuh sudah lelah tapi kantuk tak juga muncul, otak semacam ‘tak rela’ untuk beristirahat dan baru kemudian tertidur di pagi buta. Jika tertidur pulas, lalu tengah malam atau pagi buta tiba-tiba terbangun.

“Mata sangat terbuka seakan tubuh sangat segar dan siap beraktivitas padahal hari masih gelap,” kata Brantner.

Tidur seakan tak pernah sepanjang malam dan maksimal hanya 3 atau 4 jam dan ini terjadi setiap hari.

Dalam kondisi tersebut tentu saja emosi menjadi tidak stabil, pikiran pun jadi tidak fokus. Pertanda lainnya, kamu selalu menggerakan atau menggoyangkan kaki atau disebut restless legs syndrome di mana pun.

“Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami masalah tidur, tepatnya pada dokter khusus gangguan tidur, jika dibiarkan bisa memicu masalah kardiovaskular dan psikologis,” pesan Brantner. (Red)