Beranda Opini Jalan Raya dan Dirgantara

Jalan Raya dan Dirgantara

Ilustrasi - Foto istimewa inibaru.id

Oleh: Ayu Santika, Mahasiswi Universitas Pamulang

 
Jalan raya kota yang selalu ramai oleh para pengendara motor, mobil, angkutan umum, bahkan pejalan kaki yang berlalu lalang, entah itu hanya sekedar membeli sesuatu ataupun pergi ke suatu tempat, belum lagi dengan panasnya terik matahari dan polusi dimana-mana, serta kemacetan lalu lintas, apalagi jika sedang dilampu merah wahh rasanya ingin cepat-cepat sampai tujuan bukan? Begitulah padatnya kota jalan raya terutama dipagi dan sore hari sebelum pandemi.

Namun, dibalik itu semua pernah tidak terlintas dipikiran kita, tentang bagaimana orang-orang yang diharuskan untuk berada ditengah terik matahari dan polusi tersebut dapat bertahan demi kelangsungan hidup mereka sendiri?

Mungkin sebagian dari kita akan berfikir negatif pada beberapa orang yang berada ditengah terik matahari dan polusi demi kehidupannya tersebut, kalau kita renungkan sebetulnya, siapa yang ingin berada pada situasi yang amat sulit seperti itu? Tentu tidak ada bukan? Pada jaman sekarang, mencari pekerjaan tidak semudah memungut daun yang berjatuhan, apalagi dengan minimnya pendidikan, biaya, dan pengalaman, walaupun hanya untuk sekedar mencuci piring di warteg misalnya, itu membutuhkan biaya untuk dapat merawat diri agar terlihat bersih, belum lagi jika seseorang tersebut membawa anak? Atau seseorang tersebut sedang tidak baik-baik saja seperti kita ini, tentu akan sulit juga bukan?

Jadi, alangkah baiknya untuk kita membuang jauh-jauh pemikiran semacam itu atau bersikap kurang enak terhadap orang lain, siapapun itu, jangan memandang status, darimana dan siapa orang tersebut, siapapun orangnya tetap harus dihormati dan dihargai bukan? jika memang tidak ingin memberi yasudah biarkan, jangan sampai dicibir atau dibicarakan yang tidak tidak, walaupun dibelakang tetap saja sangat tidak enak jika ada yang mendengar.

Tidak ada yang salah sebetulnya dengan usaha mereka yang seperti itu, yang penting mereka tetap berusaha untuk hidupkan? Dan kita yang masih diberikan nikmat oleh sang kuasa, tetap belum tentu kita lebih baik dari mereka, bisa jadi merekalah yang lebih baik dari kita. Mengapa demikian? Karena saya pernah menemukan sesuatu yang membuat saya khususnya dan para readers mungkin ikut terkagum.

Selama para readers melewati jalan raya, lampu merah, dan menemukan sosok orang-orang yang berjuang hidup ditengah panasnya terik matahari, namun orang tersebut tetap menyempatkan diri, berniat, berkeinginan untuk beribah kepada tuhan-Nya, saya pribadi jujur tidak pernah sama sekali menemukan hal seperti itu.

Apa yang dipikirkan para readers jika melihat seseorang berpakaian kurang rapih, tato dimana dimana? Nah setelah melihat hal diatas tadi, saya menemukan pencerahan, pencahayaan, bahwa ternyata memang benar, jangan melihat seseorang dari tampilan luarnya saja, tampilan luar belum tentu mencerminkan sikap atau perilaku yang sesungguhnya.

Seseorang yang sudah diberikan nasib, ujian, kehidupan yang jika dibandingkan jauh berbeda dengan nikmat yang diterima kita selama ini, namun seseorang tersebut masih bisa, masih memiliki niat, untuk melaksanakan ibadah kepada Tuhan-Nya. Sedangkan kita? Terkadang sholatpun masih terlewatkan. Dan betul, tidak ada yang terlambat jika kita berkeinginan untuk merubah diri, karena sejatinya manusia memang tidak ada yang sempurna dimata Allah Swt, di mata Tuhan yang Maha Esa, jika orang yang memiliki keterbatasan fisik, sosial, apalagi ekonomi saja masih sanggup untuk terus berdoa, mengapa kita tidak?

Terkadang menghadapi ujian kecil saja kita selalu mengeluh, selalu merasa sulit, padahal ujian tersebut jika dilewati dengan ikhlas, dengan tabah, dapat mengintropeksi kan diri, itu adalah cara tuhan menguatkan hambanya, bahkan saya sendiri pun sangat amat jauh dari kata baik, namun saya ingin berbagi apa yang saya temui yang sama-sama bisa kita ambil pembelajarannya, sehingga jika kita menemukan hal serupa tidak lagi memandang orang tersebut dengan satu sisi saja, dari tampilan luarnya saja.

Namun, bukan berarti kita tidak harus memperhatikan penampilan, penampilan tetap harus diperhatikan, namun jangan memaksa agar selalu ingin terlihat indah dimata orang lain, berpenampilan lah seadanya dan senyaman mungkin.

~Semoga Bermanfaat~

(***)