Beranda Peristiwa Jadi TKW di Arab Saudi Tertipu Dokumen Ilegal, Tangis Ade Diah Pecah...

Jadi TKW di Arab Saudi Tertipu Dokumen Ilegal, Tangis Ade Diah Pecah Saat Akhirnya Pulang ke Cilegon

Ade Diah, seorang pekerja migran asal Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon akhirnya pulang ke tanah air

CILEGON – Empat tahun bukan waktu yang singkat bagi seorang ibu untuk menahan rindu kepada anak-anaknya. Selama kurun waktu itu, Ade Diah, seorang pekerja migran asal Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, harus menjalani hari-hari di Arab Saudi sembari memendam keinginan sederhana: pulang dan memeluk keluarganya.

Keinginan itu akhirnya terwujud pada Selasa malam (9/6/2026). Setelah kisahnya viral di media sosial karena meminta bantuan kepada Wali Kota Cilegon Robinsar untuk bisa kembali ke Indonesia, Ade Diah akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahirannya dan berkumpul kembali dengan keluarga yang selama ini menantikan kepulangannya.

Suasana haru menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Cilegon saat Ade Diah disambut langsung oleh Walikota Cilegon, Robinsar. Senyum bahagia bercampur air mata tampak dari wajah perempuan yang selama empat tahun hidup jauh dari orang-orang tercinta itu.

Bagi Ade, kepulangan tersebut bukan sekadar perjalanan pulang dari luar negeri. Itu adalah akhir dari perjuangan panjang yang penuh ketidakpastian.

“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa pulang,” ucap Ade dengan mata berkaca-kaca.

Kerinduan kepada anak-anak menjadi alasan terbesar yang membuatnya nekat mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaannya di Arab Saudi. Bahkan, ia mengaku rela pulang tanpa membawa hasil yang berarti dibanding harus terus terpisah dari keluarganya.

“Saya kabur demi anak-anak saya. Meskipun tidak membawa uang, tidak apa-apa. Uang bisa dicari lagi. Kalau saya tidak kabur, saya tidak akan pulang ke Indonesia,” katanya.

Selama bekerja di Arab Saudi, Ade mengaku beberapa kali diminta majikannya untuk tetap tinggal. Ia dianggap sebagai pekerja yang baik dan diharapkan terus bekerja di sana.

“Majikan bilang saya bagus kerjanya dan tidak usah pulang, bahkan selamanya di sana. Tapi saya bilang tidak mau. Rumah saya di Indonesia, bukan di sana,” tuturnya.

Baca Juga :  Satpol PP Kabupaten Tangerang Tertibkan Tempat Hiburan di Kecamatan Pasar Kemis, 9 Wanita Diamankan

Di balik kisah perjuangannya, Ade juga menyimpan penyesalan. Ia baru mengetahui bahwa dokumen yang digunakan untuk keberangkatannya bukan visa kerja resmi setelah berada di dalam pesawat menuju Arab Saudi.

“Sponsor bilang keberangkatannya resmi. Tapi ketika saya lihat dokumennya di pesawat, ternyata menggunakan visa ziarah. Kalau saya tahu dari awal, mungkin saya tidak akan berangkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengaku ikut merasakan kebahagiaan saat melihat Ade akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarga.

“Alhamdulillah bahagia bisa memulangkan kembali Ibu dan mempertemukan dengan keluarga. Ini berkat kerja sama banyak pihak,” ujarnya.

Menurut Robinsar, proses pemulangan Ade tidak berlangsung mudah. Pemerintah Kota Cilegon harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.

Upaya tersebut sempat menemui kendala karena respons dari pihak majikan yang dinilai lambat. Namun berkat komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak, jalan pulang bagi Ade akhirnya terbuka.

Kisah Ade Diah menjadi pengingat bahwa bekerja di luar negeri tidak selalu berjalan sesuai harapan. Di balik janji kehidupan yang lebih baik, terdapat risiko yang harus dipahami sejak awal, terutama terkait legalitas dan dokumen keberangkatan.

Karena itu, Robinsar mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai aturan.

“Jangan sampai mengalami hal-hal seperti yang dialami Ibu Ade. Pastikan legalitas dan perizinannya jelas sebelum berangkat,” tegasnya.

Kini, setelah empat tahun terpisah, Ade Diah akhirnya dapat kembali menjalani hari-hari bersama keluarganya di Cilegon. Pemerintah Kota Cilegon juga berjanji akan memberikan pendampingan dan membantu mencarikan peluang pekerjaan agar ia tetap dapat bekerja tanpa harus kembali jauh meninggalkan anak-anaknya.

Baca Juga :  Festival Al-A'zhom Kota Tangerang Adakan Pameran Artefak Peninggalan Rasulullah SAW

Bagi Ade, kebersamaan dengan keluarga adalah hal yang tak ternilai. Setelah bertahun-tahun hidup di negeri orang, satu kalimat yang ia ucapkan menggambarkan seluruh perasaannya malam itu:

“Rumah saya di Indonesia, bukan di sana.”

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin