
CILEGON — Ahmad Aziz Setia Ade Putra resmi memimpin jajaran birokrasi Pemerintah Kota Cilegon sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Aziz langsung menempatkan kekompakan aparatur sipil negara (ASN) dan penguatan fiskal daerah sebagai pekerjaan utama.
Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini mengatakan, ia harus menyatukan seluruh ASN agar tidak muncul kelompok-kelompok yang mengganggu soliditas pemerintahan. Maklum, di internal birokrasi Cilegon selama ini diketahui terdiri atas beberapa faksi. Menurutnya, kekompakan birokrasi menjadi modal penting untuk menjalankan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon.
“Komitmen kami, kita harus menjaga kekompakan, guyub di antara seluruh pegawai Pemerintahan Kota Cilegon. Jangan sampai ada kelompok-kelompok dan saya harus bisa menyatukan seluruh PNS atau ASN di Cilegon,” kata Aziz usai pelantikan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin (31/8/2026).
Aziz meminta seluruh ASN menyamakan arah, langkah, dan pelayanan. Ia menegaskan, birokrasi harus fokus memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan terjebak kepentingan kelompok.
“Seluruhnya harus satu suara, bahasa, langkah untuk bisa mewujudkan semua program prioritas yang sudah direncanakan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Kita harus total melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Aziz yang genap berusia 58 tahun pada Minggu (30/9/2026) kemarin ini.
Selain soliditas ASN, pria dengan latar belakang keilmuan teknik ini juga penuh percaya diri menyoal masalah fiskal yang masih membebani Pemkot Cilegon. Berkurangnya dana transfer ke daerah membuat pemerintah kota harus mencari sumber pendapatan baru dan mengoptimalkan potensi PAD.
Aziz mengatakan, Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) telah mendata wajib pajak sebagai salah satu langkah memperkuat penerimaan daerah.
“Kita juga sudah melakukan inovasi-inovasi khususnya di bidang pendapatan. BPKPAD sudah melakukan pendataan terhadap wajib pajak dan sebagainya. Mudah-mudahan di 2026 perubahan ini sudah mulai ada pergerakan kenaikan, khususnya di fiskal yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah untuk 2027,” katanya.
Aziz juga menanggapi anggapan yang menyebut pembangunan fisik Cilegon mengalami krisis selama dua tahun kepemimpinan Robinsar-Fajar. Ia menilai pembangunan tetap berjalan mengikuti prioritas dalam RPJMD.
Ia menyebut pembangunan taman, trotoar, sekolah, penataan lingkungan, jalan, pengairan, dan drainase sebagai sejumlah program fisik yang telah berjalan.
“Kalau pembangunan fisik menyesuaikan program prioritas yang tertuang di RPJMD. Kita kawal itu saja. Apakah itu dinilai krisis atau tidak, kita lihat saja di dokumen perencanaan kita,” ujarnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd