PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang memiliki 6.696 ekor kerbau yang tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, besarnya populasi itu belum mampu mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan daging dari luar.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (DPKP) Pandeglang, Bambang, mengatakan populasi kerbau tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk kerbau saat ini ada 6.696 ekor yang tersebar di beberapa kecamatan. Dibandingkan tahun sebelumnya memang ada penambahan populasi,” kata Bambang, Selasa (28/7/2026).
Menurut Bambang, persoalan utama bukan terletak pada jumlah ternak, melainkan pola pemeliharaan masyarakat. Mayoritas peternak masih memelihara kerbau sebagai aset atau tabungan, bukan sebagai usaha peternakan yang berorientasi pasar.
“Kalau melihat populasinya, sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan. Cuma kultur masyarakat kita masih menjadikan kerbau sebagai hewan peliharaan, bukan komoditas komersial. Penjualannya juga hanya sewaktu-waktu, bukan untuk bisnis peternakan,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, kebutuhan daging di Pandeglang hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, termasuk dari Kabupaten Tangerang dan wilayah lainnya.
“Untuk memenuhi kebutuhan daging, kami masih mendatangkan pasokan dari luar seperti Tangerang dan daerah lainnya,” jelasnya.
Bambang menyebut Kecamatan Mandalawangi, Carita, Saketi, Cibaliung, dan Sumur menjadi sentra pengembangan ternak kerbau di Pandeglang.
Ia optimistis populasi kerbau terus bertambah karena proses perkembangbiakan berlangsung setiap tahun. Meski begitu, DPKP tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks yang berpotensi memicu kematian massal ternak.
“Kami terus mengantisipasi penyakit menular seperti PMK dan antraks karena penyakit itu bisa menyebabkan kematian ternak dalam jumlah besar,” katanya.
Bambang memastikan, hingga saat ini petugas belum menemukan kasus PMK maupun antraks pada kerbau di Kabupaten Pandeglang.
“Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada kejadian PMK maupun antraks,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
