Beranda Peristiwa Insiden Kerbau Mati di Panca Puri, Plt Walikota : Ini Warning Lingkungan

Insiden Kerbau Mati di Panca Puri, Plt Walikota : Ini Warning Lingkungan

298
0
Kerbau milik warga Cilodan yang tewas. (Istimewa)

CILEGON – Plt Walikota Cilegon meminta insiden tewasnya hewan ternak milik warga berupa dua ekor kerbau di areal kawasan industri milik PT Panca Puri pada di lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (7/9/2018) lalu ditindak lanjuti secara serius.

Kualitas air di aliran kali di PT Panca Puri yang diduga sudah terkontaminasi limbah oleh sejumlah industri yang memanfaatkannya seperti PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) dan PT Synethetic Rubber Indonesia (SRI), menurutnya perlu ada penelitian lebih lanjut.

“Kita harus berterima kasih dengan kerbau (yang mati) itu, berarti kita harus memberi warning juga. Chandra Asri kenapa tuh, ada apa di sana? Yang pasti saya minta LH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk mengecek lah,” ujarnya, Rabu (12/9/2018).

Edi berharap agar kasus ini murni insiden lingkungan tanpa adanya rekayasa. “(Kerbau mati) Ngga diracunkan? takut ada orang yang ngga setuju sama Panca Puri, kerbaunya dimatiin. Karena kalau persaingan bisnis kan bisa saja,” imbuhnya.

Di bagian lain Lurah Gunung Sugih, Bustanil Arifin mengatakan menindaklanjuti peristiwa itu pihaknya pada Rabu (12/9/2018) ini menggelar pertemuan di kantornya dengan melibatkan perwakilan warga dan seluruh industri yang terdapat di dalam kawasan PT Panca Puri.

“Sebenernya kan sudah selesai (penggantian kerbau mati oleh PT Panca Puri) dan ada kesepatakan jalan keluar. Cuma kan kita itu tidak ingin hal itu terjadi di waktu berikutnya. Oleh sebab itu perlu kita rapatkan, agar kejadian itu tidak terulang kembali,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden matinya hewan ternak milik warga itu bukan kali pertama. Warga mengungkap, satu bulan sebelumnya bahkan ada insiden sejenis yang dialami oleh warga di lokasi itu.

“Keberadaan limbah itu belum bisa dipastikan, perlu ada penelitian. Makanya dalam rapat itu nanti, kita akan membahas apakah akan dilakukan uji lab untuk mengetahui sudah terkontaminasi atau tidak agar indikasi matinya kerbau itu bisa dipastikan,” jelasnya. (dev/red)